SINEREVIEW

Jul 04 2017 by arwuda

Di Hari Ke-9 Jailangkung Tetap Diantri

SEBAGIAN besar bioskop, menyaksikan film Jailangkung harus mengantri. Bahkan satu-tiga jam sebelum bioskop beroperasi, penonton sudah berada di mal atau di luar gedung bioskop. Jailangkung mampu bangkitkan hasrat, rasa penasaran, rasa ingin tahu hingga keinginan teriak berjamaah di dalam bioskop bagi 1,576 juta penonton sampai pemutaran hari ke-9.

Bukan sekadar angka atau jumlah penonton yang dikejar, tapi bisa menjadi film yang menghibur di hari Lebaran, adalah keinginan terbesar Screenplay. Andai Jailangkung tidak mampu memberikan hiburan bagi penontonnya, mustahil 1,576 juta penonton rela mengantri film ini.

Terlihat dari beberapa ungkapan penonton yang sudah bertebaran di media sosial, bahkan ada yang menyaksikan Jailangkung lebih dari sekali.

Pemilik akun @amelnursy misalnya, sudah menyaksikan Jailangkung tiga kali. Dan ia merasa terhibur menyaksikan film horor dengan pemain favoritnya.

Perjuangan mengantri mendapatkan tiket film Jailangkung pun tak menyurutkan penonton. Bahkan penonton tak membatalkan nonton Jailangkung beralih ke film lain, meskipun gagal nonton pada hari itu. Sebut saja penonton seperti @rakha_dhansgram yang baru bisa mendapatkan tiket esok harinya. Itu pun setelah Rakha ngantri mulai jam 8 pagi.

Sangat jarang film Indonesia bergenre horor harus diantri mulai jam 8 pagi. Jailangkung membuktikan sebagai film yang mampu menyedot perhatian penonton. Meskipun ada beberapa penonton yang tidak menyukai cerita maupun alurnya. Tapi fakta bahwa Jailangkung menjadi film pilihan, membuktikan penonton merasa terhibur.

Menerjemahkan keseruan penonton adalah rasa suka dan terhibur. Begitu juga ungkapan akun @majidahchatib, @rsslwa maupun @tennn.spam yang terus terang merasa terhibur dan menikmati keseraman maupun ketegangan Jailangkung. Bahkan mereka mengingat adegan-adegan paling mencekam sampai teringat sekeluar dari gedung bioskop.

 

Adegan kelahiran hantu Mati Anak, maupun setan jailangkung yang marah karena belum dibopong untuk pulang, merupakan bagian mencekam yang banyak diingat penonton. Sesuai dengan niatan pembuatnya, Jose Poernomo dan Rizal Mantovani, mereka memang merancang adegan seram tidak di semua bagian film. Mereka sengaja mengkonsep adegan jumpscare di Jailangkung di beberapa bagian. Penonton tercekat ketakutan di beberapa scene saja.

Fenomena antri tiket film Jailangkung sepertinya masih berlanjut. Sebanyak 300-an layar bioskop yang memutar Jailangkung kemungkinan akan ditambah oleh pihak jaringan bioskop. Ini mengingat sampai pemutaran hari kesepuluh, animo penonton masih ramai.

Bisa diperkirakan apabila penonton Jailangkung stabil, dua-tiga hari ke depan Jailangkung sudah akan berada di posisi kedua top box office film Indonesia.

So, buat yang masih pengen uji nyali, nonton film Jailangkung jadi pilihan tepat buat teriak-teriak bareng di dalam bioskop. 

TRIVIA

DI Thailand, sudah biasa sebelum dimulai pertunjukan konser, siaran radio dan televisi, juga film bioskop menyanyikan lagu kebangsaan Phleng Chat Thai. Hingga sekarang pun masih berlangsung. MVP Pictures mencoba melakukan ritual sama melalui Film Soekarno (2013). Sebelum film dimulai, tertulis teks yang meminta dengan hormat penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Banyak yang merespons positif, tapi tak sedikit yang menolak berdiri dan mau menyanyikan lagu kebangsaan.