SINEREVIEW

Jan 28 2017 by arwuda

Angkat Kehidupan Sosialita di Surabaya, Film "Perfect Dream" Ungkap Sisi Positifnya



Berbeda dengan film-film lainnya, Film Perfect Dream tidak mengambil lokasi di Jakarta, justru malah menyasar kehidupan para sosialita di kota Surabaya.

Hestu Saputra, sebagai sutradara, punya pertimbangan tersendiri, mengapa ia memilih kota pahlawan, Surabaya sebagai lokasi shooting film yang dibintangi artis peran Ferry Salim dan Wulan Guritno.

"Surabaya itu menarik. Kultur di Surabaya itu daerah, bukan Ibu Kota," kata Hestu saat jumpa pers peluncuran poster dan trailer film Perfect Dream di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).

Perfect Dream mengambarkan kehidupan para sosialita di Surabaya dari sudut yang positif, tidak melulu digambarkan sisi gemerlap atau negatifnya saja. Di Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, juga banyak pusat bisnis yang berkembang sehingga menarik untuk diulas termasuk dari dari sisi sosialita.

Hestu melanjutkan, "Bagaimanapun sosialita adalah masyarakat. Yang belum kenal harus kenal. Jangan hanya dilihat dari mereka pamer-pamer dan hura-hura."

Perfect Dream mengisahkan tentang Dibyo (Ferry Salim) yang berhasil menjadi pengusaha besar di Surabaya setelah menikah dengan Lisa (Wulan Guritno), anak seorang pengusaha. Dengan harta yang berlimpah, Dibyo pun berambisi menjadi mafia nomor satu di kotanya. Konflik dan drama dalam kehidupan keluarga Dibyo inilah yang ingin diceritakan melalui film garapan rumah produksi East Java Film & Empat Sisi Production tersebut.


sumber: KOMPAS.com

TRIVIA

JEPANG dikenal memiliki film dengan sekuel terpanjang atau episode-nya. Franchise flm Godzilla (1954-sekarang) dibuat hingga 32 judul. Zatoichi, kisah fiksi jagoan pedang buta dan seorang pemijat, dibuat 26 judul di rentang tahun 1962-1989). Tora-San (1959), film franchise ini diproduksi sebanyak 28 judul hingga tahun 2003. Bahkan disebutkan, franchise Tora-San dibuat sampai 47 judul.