SINEREVIEW

Feb 27 2017 by arwuda

Melalui Film Perfect Dream, Wulan Guritno Belajar Tentang Toleransi Beragama



Dalam Film Perfect Dream karya sutradara Hestu Saputra, Wulan Guritno memerankan sosok seorang sosialita yang tinggal di Surabaya bernama Lisa. Bagi Wulan Guritno, peran seperti ini merupakan sebuah pengalaman baru. "Jarang diproduksi seperti ini, film yang dewasa, menceritakan kehidupan seumuran aku, dewasa, di Surabaya, dan dia seorang mafia sosialita. Itu punya karakter sendiri," kata Wulan Guritno saat ditemui di sebuah acara di Plaza Senayan, Kamis (26/1/2017).

Ada satu hal yang membuatnya sangat antusias menerima tawaran berperan dalam film ini. Itu karena di film ini, ia bisa merasakan kebhinekaan, dan menghargai perbedaan agama dengan lebih real.

"Saya berperan sebagai wanita beragama kristen, menikah di Gereja. Saya jadi tahu di Gereja seperti apa. Memang tak melunturkan kepercayaan saya sebagai muslim, tapi saya menghormatinya. Kalau enggak main film, saya masuk Gereja kan enggak enak." Ungkapnya.

Karakter Lisa dalam film tersebut juga sangat mirip dengan kehidupan Wulan Guritno di dunia nyata. Memiliki orang tua yang berbeda agama, membuat dirinya pernah dididik dengan dua kepercayaan yang berbeda.

"Ibu saya kristen dan saya muslim. Saat 18 tahun saya dididik dua agama. Ibu kristen, papa islam, saya meresapi, karena panggilan hati ya, bukan berarti yang satu lebih baik atau tidak. Ibu saya pun menghargai," kata Wulan.

Film Perfect Dream bercerita tentang drama keluarga dengan seseorang bernama Dibyo (Ferry Salim), seorang pria yang ambisius dalam mengejar mimpi. Dan mimpinya itu ada di satu wanita yang bernama Lisa (Wulan Guritno). Ia kemudian berusaha untuk mendapatkan cinta yang berada pada sosok Lisa.

Trailer dan poster untuk film ini sudah resmi dirilis. Perfect Dream pun diharapkan menjadi salah satu film yang dinanti-nanti oleh pecinta film di 2017.

sumber: Liputan6.com

TRIVIA

"Lily van Java" merupakan Film tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia, menceritakan kisah seorang gadis anak hartawan yang oleh ayahnya dipaksa menikah dengan seorang pemuda, sedangkan gadis itu telah punya hubungan asmara dengan pemuda lain. Merupakan proyek film bisu yang diambil alih oleh perusahaan Wong bersaudara (Halimoen Film).