SINEREVIEW

Sep 19 2018 by arwuda

Say, I Love You Di Nanti Tahun Depan

Surabaya, bisnisjatim.co -Film Say, I Love Youproduksi Multi Buana menjadi film yang layak ditunggu tahun depan. Film ini membawa pesan nilai komersial dan menghibur, tapi tetap mampu menyampaikan pesan dan kesan kepada penontonnya. Dinda Hauw, Teuku Ryzki, Alvaro Maldini atau biasa dipanggil Aldi menjadi pemain utama film ini.

Selain dua mantan vokalis Coboy Junior (CJR), ada juga Rachel Amanda, Ashilla Zahrantiara, Nadira Octova, Shenina Cinnamon, Yosi Kristanto. Bintang muda dipadukan pemain-pemain populer seperti Verdi Solaiman, Teuku Rifnu Wikana, Olga Lydia, Meriza Febriani, Butet Kartaredjasa dan Fuad Idris.

“Kali ini lebih ke cerita anak muda. Begitu juga dramanya, love story-nya lebih romantis,” jelas Sahrul Gibran, produser film Say I Love You. Say I Love You masih tetap menggunakan sekolah sebagai latar cerita. Namun yang membedakan adalah bahwa cerita film kali ini benar-benar terinspirasi dari peristiwa yang pernah terjadi atau inspired by true event.

Kisah cinta anak muda dengan latar sekolah buat anak tak mampu, menjadi cerita yang tidak saja menyentuh, tapi sangat memungkinkan melahirkan adegan-adegan segar penuh kelucuan.

Bahkan untuk menghasilkan cerita yang kuat, MBK menggabungkan dua penulis dari dua generasi, Alim Sudio sebagai penulis senior yang sarat pengalaman dan Endik Koeswoyo sebagai penulis junior yang memahami dunia remaja kekinian. Tidak hanya sampai di situ, untuk memperkuat kualitas film Say I Love You, bahkan MBK juga mengandeng Tya Subiakto sebagai musik komposer.

“Perjuangannya cukup panjang, dari riset karakter, penentuan cerita, pencarian pemain yang tepat hingga penentuan tim produksi membutuhkan waktu hampir 4 tahun. Film ini sangat luar biasa bagi kami,” tambah Endik Koeswoyo selaku penulis skenario.

Rumah produksi MBK berharap, Say, I Love You menjadi film yang mampu menghibur penonton, sekaligus menyelipkan nilai-nilai pendidikan. “Tidak mudah memenuhi selera penonton film Indonesia yang selalu berubah. Tapi MBK memilih konsisten dalam memproduksi film-film pendidikan yang menghibur,” jelas Sahrul Gibran.

TRIVIA

Tanggal 30 Maret secara resmi dijadikan Hari Film Nasional Indonesia melalui Keppres No 25/1999. Tanggal ini bertepatan dengan hari dimulainya poroduksi film lokal pertama di Indonesia yaitu: Darah dan Doa (1950), karya Usmar Ismail