SINEREVIEW

Mar 18 2018 by arwuda

Novel Laris Serendipity Diangkat ke Layar Lebar

Novel Serendipity yang awalnya diterbitkan di Wattpad telah dibaca 3,2 juta orang. Setelah dirilis secara fisik, buku ini sudah laku 40 ribu eksemplar. Pihak penerbit juga sepakat akan memproduksi ulang cetakan cetakan ke-4. Webtoon pun telah dilihat oleh 12 juta pasang mata. Kesuksesannya membuat produser Ferry Angriawan yakin untuk mengangkat novel ini ke layar lebar.

Adaptasi novel ke film susah-susah gampang. Indra Gunawan, sutradara yang sebelumnya bertanggung jawab untuk adaptasi novel Erisca Febriani sebelumnya, Dear Nathan yang ditonton 700 ribu orang, kembali dipercaya untuk mengolah film ini.

Penggemar novel Serendipity, menurut Indra, sangat militan. Itu sebabnya, ia optimis film garapannya kali ini juga akan direspons positif.

Serendipity kurang lebih artinya berkah baik atau mendapatkan sesuatu yang bernilai. Tentunya dalam film, berkah itu bisa kekasih atau pacar yang tidak pernah disangka kehadirannya. Novel Serendipity juga bercerita tentang kebetulan dan berkah baik ini. Namun sisi dramatis relasi cinta menjadi bagian menarik dan sangat menyentuh. Selain kisah cinta remaja, film ini juga bercerita tentang konflik keluarga.

“Serendipity ini jadi tantangan buat Virgo untuk kembali dan memproduksi film-film untuk penonton anak muda dan keluarga. Dan Indra (Kobutz) sangat paham film untuk penonton anak muda ini,” jelas Ferry.

TRIVIA

Tanggal 30 Maret secara resmi dijadikan Hari Film Nasional Indonesia melalui Keppres No 25/1999. Tanggal ini bertepatan dengan hari dimulainya poroduksi film lokal pertama di Indonesia yaitu: Darah dan Doa (1950), karya Usmar Ismail