SINEREVIEW

May 12 2017 by arwuda

Lukman Sardi: 39 Tahun Karir Film, Baru Kali Ini Main Film Horor!

Lukman Sardi selalu merasa tertantang bermain dalam film genre apapun. Termasuk film horor terbaru yang dibintanginya, Jailangkung. "Saya belum pernah bermain di film horor," ungkap Lukman Sardi saat di Press Junket film Jailangkung, Sabtu (6/5/2017). Jailangkung menjadi filmografi pertama Lukman Sardi bermain di film horor.

Lukman Sardi sangat tertarik menerima tawaran bermain film horor karena beberapa alasan.

"Pertama, karena saya belum pernah bermain horor. Lalu, karena cerita dan karakternya menarik. Ini  bukan horor sekadar serem-sereman atau nakut-nakutin dengan hantu ya. Tapi, ada cerita tentang keluarga," Jelas Lukman Sardi.

Di film Jailangkung ini Lukman berperan sebagai Ferdi, seorang ayah yang memiliki 3 orang putri, salah satu di antaranya diperankan Amanda Rawles dan Hannah Al Rashid. Lantaran koma, anak-anaknya mencari tahu misteri di balik peristiwa itu.

"Serunya lagi karena semua pemeran anak-anak saya berwajah indo. Jauh banget dari tampang saya kan. Hahaha. Untungnya pemeran istri saya Wulan Guritno, jadi nyambung ya indonya," gurau pemeran Kiai Dahlan di film Sang Pencerah dan Hatta di film Soekarno ini.

Jailangkung disutradarai Jose Poernomo dan Rizal Mantovani. Kedua sutradara berkolaborasi setelah 16 tahun mencatat sukses bersama di film jelangkung (2001). Jailangkung versi baru ini benar-benar berbeda dibanding sebelumnya. Film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures ini selain melibatkan Lukman Sardi dan Wulan Guritno, juga menghadirkan dua bintang idola saat ini Amanda Rawles dan Jefri Nichol. Juga ikut bermain Hanna Al-Rasyid serta Augie Fauntinus.

Lukman Sardi juga berharap Jailangkung sukses sebagai horor box office seperti film Jose dan Rizal 16 tahun lalu. Film Jailangkung akan tayang di bioskop pas libur Lebaran 2017, tepatnya 25 Juni 2017 atau di malam takbiran.

(Sinemata/ RN/DN)

 

TRIVIA

DI Thailand, sudah biasa sebelum dimulai pertunjukan konser, siaran radio dan televisi, juga film bioskop menyanyikan lagu kebangsaan Phleng Chat Thai. Hingga sekarang pun masih berlangsung. MVP Pictures mencoba melakukan ritual sama melalui Film Soekarno (2013). Sebelum film dimulai, tertulis teks yang meminta dengan hormat penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Banyak yang merespons positif, tapi tak sedikit yang menolak berdiri dan mau menyanyikan lagu kebangsaan.