SINEREVIEW

Jul 28 2017 by arwuda

Baywatch: Bikini Minim, Akting Minim, Boobs Maksi

LEBAY, boobs dan  bokong. Boleh juga ditambahkan guyonan dan akting garing. Ini untuk menggambarkan film Baywatch yang tengah main di bioskop. Bahkan secara sarkastik, Baywatch versi The Rock Johnson layak digolongkan sebagai B-movie.

Hanya untuk menggambarkan kesan dramatik, atau memperlihatkan postur tubuh pemain perempuan yang aduhai atau pemeran lelaki yang macho abis, adegan slow-motion (slow-mo – adegan lambat) ditebar di mana-mana. Bahkan Priyanka Chopra menyibak rambut saja, butuh adegan perlahan untuk memperlihatkan keayuan, juga (maaf) payudaranya yang padat menyembul. Sungguh berlebihan menampilkan banyak adegan slow-mo di beberapa bagian film.

Memang di serial televisinya juga demikian. Misalnya saja ketika Pamela Anderson, Alexandra Paul, Erika Eleniak berjalan bareng David Hasselhoff, di bumper seri TV-nya, adegan slow-mo ini selalu hadir. Dan film Baywatch mengulangnya di banyak adegan. Sungguh lebay!

Yang tak kalah berlebihan lagi tentunya visual payudara para pemeran perempuan di film Baywatch. Priyanka Chopra, Alexandra Daddario, Kelly Rorhbach, Ilfenesh Haldera, seakan berlomba pamer belahan dada. Bahkan Daddario malah menggoyang-goyangkan payu daranya di depan Zack Efron. Rasanya wajar bila lembaga sensor memberi rating 17 tahun ke atas untuk Baywatch. Belum lagi dialog vulgar pemainnya.

Dari begitu banyak pemain Baywatch, Priyanka Chopra menjadi catatan tersendiri untuk urusan buruknya akting. Sebenarnya pemilihan Priyanka merupakan usaha pembuat film menjadikan villain (tokoh jahat) bisa bikin jatuh hati penonton. Sayangnya, penampilan Priyanka Chopra tak mampu mendukung keinginan pembuat film. Lebih parah lagi adalah buruknya Priyanka memainkan peran sebagai Victoria Leeds.

Guyonan Baywatch memang nanggung. Sebagai film drama komedi, nyaris tidak menampilkan kelucuan adegan-adegan yang diniatkan memancing tawa penonton. Misalnya tokoh polisi Garnier Ellerbee. Susah dipahami sebagai polisi yang kerap dilecehkan dengan sikap sok kuasanya. Juga tokoh Matt Brody (Zack Efron) maupun Mitch Buchannon yang ingin ditampilkan sebagai duo-kocak seperti saat Brody berdandan menyamar sebagai perempuan. Scene ini saja yang sedikit menggelitik saraf tawa. Selebihnya guyonan keduanya garing.

Baywatch bercerita tentang rekrutmen tenaga penjaga pantai yang dilakukan Kapten Mitch Buchannon. Summer Quinn, Matt Brody, Ronnie Greenbaum melengkapi penjaga pantai CJ Parker dan Stephanie Holden. Mereka curiga dengan kegiatan Victoria Leeds sebagai pelaku jaringan penyelundup narkoba jenis baru. Victoria menyingkirkan tetangga rumah pantainya sebagai tempat kegiatan penyelundupan. Satu pemilik rumah yang menolak, yaitu Murray Chen.

Victoria juga sudah menyuap anggota dewan Rodriguez. Namun kegagalan Rodriguez mendapatkan rumah Chen, ia dibunuh. Kematian dan temuan narkoba mendorong Mitch Buchannon dan anak buahnya melakukan penyelidikan. Ulah Mitch membuat marah Sersan Garnier Ellerbee yang wewenangnya merasa dilangkahi. Atas laporan Ellerbee pula komandan penjaga pantai, Kapten Thorpe memecat Mitch.

Mitch bertekad membongkar jaringan penyelundup Victoria Leeds dengan bantuan anak buahnya.

Sesimpel itu plot dan cerita Baywatch. Tidak rumit. Walaupun Baywatch dikrtitik sebagai film dengan skenario buruk dan akting pemain yang menyedihkan, tetap saja box office. Dari bujet produksi sebesar 58 juta USD, Baywatch masih bisa mengumpulkan 170 juta USD!

(Sinemata/ *)

Sutradara: Seth Gordon

Pemain: Dwayne Johnson (Mitch Buchannon), Zac Efron (Matt Brody), Priyanka Chopra (Victoria Leeds), Alexandra Daddario (Summer Quinn), Kelly Rohrbach (CJ Parker), Ilfenesh Hadera (Stephanie Holden), Jon Bass (Ronnie Greenbaum), Yahya Abdul-Mateen II (Sersan Ellerbee), Rob Huebel (Kapten Thorpe)

TRIVIA

DI Thailand, sudah biasa sebelum dimulai pertunjukan konser, siaran radio dan televisi, juga film bioskop menyanyikan lagu kebangsaan Phleng Chat Thai. Hingga sekarang pun masih berlangsung. MVP Pictures mencoba melakukan ritual sama melalui Film Soekarno (2013). Sebelum film dimulai, tertulis teks yang meminta dengan hormat penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Banyak yang merespons positif, tapi tak sedikit yang menolak berdiri dan mau menyanyikan lagu kebangsaan.