SINEREVIEW

Sep 05 2017 by arwuda

Natasha Liu Bordizzo : Pilihan Pemeran Mulan, Menepis Isu Whitewashing

Disney memilih Natasha Liu Bordizzo (22) untuk memerankan Mulan di film remake Mulan yang akan tayang 2019. Salah satu pertimbangan pemilihan Liu tentu saja isu whitewashing.

Apa itu whitewashing?

Whitewashing merupakan proses casting atau mengubah penentuan karakter yang tidak sesuai dengan cerita. Misalnya, semestinya pemeran berwajah oriental, India, kulit hitam, diganti dan diperankan bintang Hollywood. Tentunya bintang popular dan berkulit putih. Rasis memang!

Dan Hollywood selalu beralasan bahwa bintang popular akan mendongkrak penjualan film. Contoh nyata di antaranya adalah film Avatar: The Last Airbender. Bocah sakti Aang yang semestinya ras kulit kuning dan ras Asia, diperankan Noah Ringer yang jauh dari kesan bocah Asia.

Justin Chatwin, aktor Kanada pun kudu memerankan Son Goku dalam film Dragonball Evolution (2009). Yang jelas komik Jepang laris ini tidak diperankan bintang Jepang atau Asia. Berikutnya tokoh The Ancient One di film Doctor Strange (2016), diperankan Tilda Swinton. Berikutnya Ghost in the Shell yang memajang wajah Scarlett Johansson sebagai pemeran karakter Motoko Kusanagi yang semestinya asli Jepang.

Disney menyadari kesalahan-kesalahan film jeblok yang tokohnya tidak disukai karena berwajah Hollywood. Natasha Liu Bordizzo merupakan kompromi realistis bagi tokoh jenderal perang perempuan China, Mulan. Disney tak ingin hanya isu whitewashing, Mulan yang rencana dirilis 2019, sudah dinyinyirin penontonnya. Liu Bordizzo dianggap pantas memerankan Hua Mulan dan tidak ada lagi resistensi atas pilihan bintang.

Liu meski keturunan China, ia memiliki kewarganegaraan Australia. Debut artis 22 tahun ini bermain di film sekuel Crouching Tiger, Hidden Dragon. Ia perankan jagoan pedang bernama Snow Vase. Disney menganggap sudah tepat atas pilihan peran Hua Mulan, namun media sosial masih bergolak. Masih saja muncul sinisme dan kritik. Banyak alasan yang dikemukakan mengenai asal-usul Liu Bordizzo. Sejauh ini Disney bergeming, tetap keukeuh memasang Liu sebagai pemeran Hua Mulan.

Sudah pasti ketakutan utama para produser adalah urusan laku-tidaknya film mereka. Bahwa film-film yang terkena isu whitewashing sebagian besar memang jeblok di pasaran, juga jadi pertimbangan. Hollywood juga was-was, bioskop-bioskop di China daratan merupakan penyumbang se-pertiga pemasukan film-film mereka.

Tapi tak sedikit pula, penonton yang tak sabar menanti aksi Liu Bordizzo memerankan Hua Mulan. Apakah sesuai harapan mereka, atau malah menjadikan film Mulan jeblok di pasaran? Atau jangan-jangan para penolak bintang ini justru mereka-lah pemilik mental rasis sesungguhnya.

(Sinemata/ BLA)

TRIVIA

JEPANG dikenal memiliki film dengan sekuel terpanjang atau episode-nya. Franchise flm Godzilla (1954-sekarang) dibuat hingga 32 judul. Zatoichi, kisah fiksi jagoan pedang buta dan seorang pemijat, dibuat 26 judul di rentang tahun 1962-1989). Tora-San (1959), film franchise ini diproduksi sebanyak 28 judul hingga tahun 2003. Bahkan disebutkan, franchise Tora-San dibuat sampai 47 judul.