SINEREVIEW

Oct 04 2017 by arwuda

Wind River: Kuat Pesan Sosialnya Dibanding Sekadar Drama Pembunuhan

MESKI dibalut sebagai film drama misteri pembunuhan, sesungguhnya, Wind River juga bernuansa protes sosial. Narasi Wind River sederhana, tapi sangat kuat dalam menyampaikan pesan. Tak terkecuali cerita alur cerita yang berkelindan memikat.

Wind River menjadi drama protes sosial bila dilihat dari derita yang dialami kelompok minoritas Indian. Mereka tinggal di wilayah reservasi yang sangat tidak bersahabat. Wind River Indian Reservation terletak di negara bagian Wyoming. Alamnya bergunung diliputi salju. Bahkan musim panas pun, warga masih bisa menikmati hamparan salju. Bila musim dingin, badai salju datang tak menentu. Sejam matahari bersinar, beberapa saat badai menerpa.

Begitu juga soal tambang minyak – dalam skala kecil – yang dikelola kelompok kulit putih, sering meresahkan warga. Terutama ulah pekerjanya. Mereka terisolasi, mudah tersulut emosi. Apalagi untuk urusan syahwat.

Entah karena dibunuh atau dihilangkan setelah diperkosa, banyak perempuan hilang. Sayang data orang hilang di Amerika tidak mencatat lenyapnya perempuan kelompok minoritas ini.

Cory Lambert adalah bagian dari penegak hukum yang bertugas mengawasi hewan-hewan di kawasan reservasi Wild River. Dia menemukan jasad Natalie Hanson. Cory sangat paham wilayahnya. Termasuk kematian Natalie yang menjadi korban perkosaan, ia berusaha melarikan diri dengan telanjang kaki. Hipotermia, frostbite dan paru-paru membeku, menjadi penyebab kematian Natalie.

FBI mengirimkan agen Jane Banner. Ia dibantu kepala polisi Ben melakukan penyelidikan. Awalnya Cory maupun Ben meremehkan Jane yang memang canggung menangani kasus pembunuhan di wilayah reservasi yang sangat tak bersahabat.

Temuan demi temuan akhirnya mengarah pada wilayah tambang minyak. Cory yang awalnya menyelidiki kehadiran tiga ekor macan yang membunuh ternak warga, kini harus terjun membantu penyidikan Jane Banner.

Wind River memang tidak muluk-muluk dalam menyajikan cerita drama pembunuhan. Twist cerita menjadi bangunan yang mendukung problem sosial warga reservasi. Keluarga Hanson – atau orangtua Natalie – begitu kesulitan membesarkan anak-anak mereka. Lelaki sulung Hanson menjadi korban narkoba. Hanya narkoba yang bisa menjadi saluran eskapis, juga menjadi barang dagangan. Cory sendiri pun tak luput dari masalah lingkungan buruk di wilayah reservasi. Anak perempuannya juga lenyap.  

Cerita hilangnya perempuan-perempuan kelompok minoritas ini menjadi catatan tebal film Wind River. Ia menjadi protes sosial terhadap pemerintah yang abai mengurus problem sosial warga. Buruknya fasilitas reservasi warga minoritas juga menjadi isu film ini. Secara keseluruhan Wind River menjadi film yang sangat menarik dinikmati dari semua aspek filmis!

(Sinemata/ *)

Sutradara: Taylor Sheridan

Pemain: Jeremy Renner (Cory Lambert), Elizabeth Olsen (Jane Banner), Gil Birmingham (Martin Hanson), Jon Bernthal (Matt Rayburn), Kelsey Chow (Natalie Hanson), Julia Jones (Wilma), Graham Greene (Ben), Martin Sensmeier (Chip Hanson)