SINEREVIEW

Nov 01 2017 by arwuda

Beyond Skyline: Menghadapi Alien Pemakan Otak Manusia

Sumber Gambar: www.duniaku.net

BEYOND Skyline dianggap sebagai sekuel film Skyline yang diproduksi tujuh tahun lalu. Entah atas dasar apa film fiksi ilmiah seperti Skyline yang buruk dari sisi rating maupun penjualan diproduksi lanjutannya.

Buat penonton Indonesia, keterlibatan dua pemainnya, Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan tentu membanggakan. Tentu saja aksi laga dua bintang yang sudah menginternasional sangat ditunggu. Beyond Skyline juga bakal memenuhi hasrat penonton menyaksikan film ini. Bukankah sangat menarik menyaksikan candi Prambanan menjadi lokasi cerita. Paling sedikit kecewanya, tentu saja latar cerita film yang tidak sesuai ekspektasi penonton. Cerita terjadinya perlawanan terhadap alien ini bukan di Yogya atau Prambanan, tetapi Laos, nah lho!

Selain Laos, lokasi cerita juga di Los Angeles. Liam O’Donnell mengatakan ia tak menemukan lokasi seperti yang ia harapkan di Laos. Ia justru menemukan lokasi di Yogyakarta, dan khususnya Prambanan, sesuai dengan cerita Beyond Skyline. Diboyonglah seluruh awak produksi ke Yogyakarta. 

Keterlibatan Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan sudah pasti setelah melihat aksi keduanya di film installment The Reid. Atau film laga Iko seperti  Man of Taichi, Star Wars atau Headshot. Di credit title akhir film Iko dan Yayan tertulis sebagai Action Coreographer. Liam merasa yang dikerjakan Iko dan Yayan luarbiasa. Bahkan, ia belum sempat berpikir untuk merancang adegan laga, Iko dan Yayan malah sudah menawarkan kemasan laga yang menarik. Liam puas bisa bekerja sama dengan kedua penata laga internasional ini. Ia ibaratkan, Iko dan Yayan aksi laganya bak rock-star.

Selain Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan, Beyond juga diperani pemain utama seperti Frank Grillo, Bojana Novakovic, Callan Mulvey, Antonio Fargas, Pamelyn Chee, dan Jacob Vargas. 

Beyond berkisah tentang Mark (Frank Grillo), seorang detektif polis. Ia terbangkan pesawat alien dari Los Angeles ke Laos. Di Laos, Mark bertemu Sua (Iko Uwais) yang merupakan pimpinan pemberontak. Mereka berperang menghadapi serangan alien si pemakan otak manusia.

(Sinemata/ DZ)

TRIVIA

Film Indonesia berdurasi terpanjang, dicatat oleh film Pengkhianatan G30S PKI (1984) yang merupakan produksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN). Wikipedia mencatat, G30S berdurasi 271 menit (4 jam 31 menit). Berikutnya, film Janur Kuning (1979) berdurasi 180 menit (3 jam), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015) berdurasi 161 menit (2 jam 41 menit), Tjoet Nja Dhien (1986) durasi 150 menit (2 jam 30 menit), The Reid 2: Berandal, berdurasi 148 menit (2 jam 28 menit)