SINEREVIEW

Nov 09 2017 by arwuda

Thor Ragnarok: Di Tengah Ancaman DVD Bajakan, Tetap Laris di China

FILM Hollywood makin bergantung pada peredaran dan penjualan di China daratan. Kekuatan 35 ribu layar dan moviegoers yang besar, bak manisnya gula-gula bagi Hollywood. Produser Thor Ragnarog sangat berharap dari peredaran di China, mengingat hasil penjualan Thor di Amerika tidak begitu menggembirakan.

Di China di peredaran minggu pertama, Thor mampu mengumpulkan 60 juta dolar atau Rp 810 miliar. Sementara hasil di Amerika Utara sendiri diperkirakan mentok di angka 140 juta dolar atau Rp 1,8 triliun.

Thor: Ragnarok merupakan sekuel ke-3 franchise Thor yang diangkat dari cerita komik Marvel dan Disney.  Sekuel pertama Thor (2011), kemudian  Thor: Dark World (2013). Film yang dibintangi aktor tampan Australia, Chris Hemsworth ini tayang sejak 10 Oktober 2017 di Los Angeles. Hingga saat ini Thor mampu meraup dari peredaran dunianya mencapai 431 juta dolar. Jumlah ini masih akan bertambah, terutama dihasilkan dari penjualan di China daratan.

Untuk saat ini angka penjualan 60 juta dolar dari China, memberi kontribusi 15 persen dari total pemasukan. Apabila dibanding dengan penjualan di Amerika Utara, yang dihasilkan China mencapai 42 persen pemasukan, dan ini juga masih akan terur bertambah. Besarnya jumlah penonton di China menjadi potensi yang terus diburu produser-produser Hollywood.

Kritikus film di China menyebutkan bahwa film Hollywood dengan plot sederhana, begitu mudah mendapatkan perhatian penonton China. "Film yang secara visual mengesankan dan tidak terlalu sulit dicerna akan laku di box office di China. Termasuk film dengan plot yang tidak mengharuskan pemirsa mengenal aspek budaya tertentu," katanya.

Film-film Hollywood berbiaya besar sukses dalam peredaran di China, namun mereka abai terhadap munculnya kasus-kasus pembajakan DVD. Kasus pembajakan terbesar film-film Hollywood adalah di China. Peredaran DVD bajakan jumlahnya terbilang besar. Belum lagi tersedianya unduhan film-film utuh saat film tersebut beredar.

Hollywood tak peduli, mereka yakin jumlah penonton China yang besar masih mampu menggiring penonton masuk ke bioskop. The Fate of the Furious, Furious 7, Transformers: Age of Extinction, Transformers: The Last Knight, Zootopia, sudah menikmati penjualan luar biasa besar di China. Dan Thor: Ragnarog, kini tengah menikmati panen limpahan penonton.

 

(Sinemata/ BLA)

TRIVIA

"Lily van Java" merupakan Film tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia, menceritakan kisah seorang gadis anak hartawan yang oleh ayahnya dipaksa menikah dengan seorang pemuda, sedangkan gadis itu telah punya hubungan asmara dengan pemuda lain. Merupakan proyek film bisu yang diambil alih oleh perusahaan Wong bersaudara (Halimoen Film).