SINEREVIEW

Mar 19 2018 by arwuda

Bunda - Kisah Cinta Dua Kodi: Cinta, Keluarga dan Dilema Perempuan Pencari Nafkah

FILM perdana Inspira Pictures berjudul Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi, menampilkan sosok ibu bekerja dalam film. Membuka jalan untuk diskusi peran perempuan dalam keluarga. Dualisme wanita dalam kehidupan setelah pernikahan. Bekerja, atau mengurus keluarga? Diskusi dan perdebatan yang tidak pernah selesai, di dunia nyata maupun maya.

Bunda menghidangkan kisah ibu dengan tugas ganda, tapi juga tak mengabaikan sudut pandang dari orang di sekitarnya. Pemeran utamanya seorang ibu, tapi karakter dalam keluarga juga tak kalah pentingnya. Setiap karakter dapat dipahami motivasinya melakukan sesuatu.

Para pemain berakting bagus. Acha Septriasa tampil total sebagai perempuan ‘galak’. Namun karakternya tidak berhenti pada stereotipe ibu-ibu. Penonton tentu akan jatuh hati dan bersimpati pada tokoh Kartika ini. Atau kenapa Ario Bayu, sang Ayah, berhenti menjadi tulang punggung keluarga. Bunda juga melemparkan wacana soal harga diri dan komunikasi dalam keluarga, tekanan terhadap anak, dilemma peran seorang kepala keluarga. Juga perbandingan dan tuntutan yang membuat individu yang terlibat menjadi tertekan. Penonton dijamin akan mengintrospeksi diri setelah menonton Bunda.

Dialog dalam film sangat natural. Acapkali penonton dibuat tertegun oleh obrolan dan celetukan singkat yang dilemparkan seadanya, tapi menusuk. Pesannya pun tak dilempar ke depan muka penonton. Latar film menggambarkan keruwetan kota, dan kehidupan kaum urban di Megapolitan Jakarta. Tiap kali adegan di kereta, membangkitkan relasi-relasi pribadi, seperti lazimnya komuter di Jabodetabek.

Sayang sekali beberapa gambar kurang jernih, utamanya birdview. Transisi antar-scene pun cenderung kurang mulus, sehingga terasa banyak lompatan antar-adegan.

Film Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi bercerita tentang perjuangan seorang perempuan bernama Kartika (Acha Septriasa). Ia berusaha menyelamatkan kehidupan keluarga dan rumah tangganya demi meraih  harapan, impian dan cintanya kepada suami dan anak-anaknya. Keberanian untuk memulai sebuah bisnis baju muslim anak - sesuatu yang belum ia pahami sama sekali. Serta keberanian menerima kenyataan pahit bahwa suami yang selama ini menjadi teladan dan tulang punggung keluarga memutuskan untuk menjadi ayah rumah tangga. Perjuangannya tak hanya mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, tapi juga mengembalikan cinta keluarga.

Sepanjang 90 menit menyaksikan Bunda seperti merasakan langsung perjuangan perempuan yang kerap mengalami dilematis. Menjadi ibu rumah tangga dan menjalankan peran domestic. Atau menjadi pendukung atau malah mengambil-alih peran kepala keluarga. Sementara ia juga dituntut berjuang mempertahankan cinta yang sesungguhnya memang layak diperjuangkan. Satu problem keluarga yang dialami ibu rumahtangga kebanyakan. Anda?

Sutradara : Ali Eunoia, Bobby Prasetyo

Pemain: Acha Septriasa, Ario Bayu, Wulan Guritno, Sheila Dara, Arina Mindhisa, Shaquilla Nugraha, Mumu Gomez, Tri Yudiman, Inggrid Widjanarko, Budi Dalton, dan lainnya.

(Sinemata/ANH)

TRIVIA

Lewat Djam Malam adalah film pertama yang berhasil memenangkan penghargaan Festival Film Indonesia pada 1955. Tidak hanya pada kategori FIlm Terbaik, tetapi juga penyutradaraan, skenario, pemeran utama pria dan wanita dan peran pembantu. Lewat film ini pula, sang sutradara, Usmar Ismail sempat dinominasikan sebagai sutradara terbaik dalam Festival Film Asia