SINEREVIEW

Mar 26 2018 by arwuda

Tomb Raider: Memburu Rahasia Kubur Dewi Kematian

SELALU pasar China menjadi penyelamat film-film besar Hollywood yang gagal di pasar. Tidak terkecuali Tomb Raider. Minggu pertama pemutaran Tomb Raider di China meraup 41,3 juta USD, bandingkan dengan raihan box office di pasar domestik Amerika Utara senilai 41,7 juta USD.

Perolehan box office di China ini setara 25 persen dari peredaran seluruh dunia yang mencapai 170 juta USD. Minggu-minggu awal dengan capaian total tak sampai 200 juta USD menjelaskan bahwa Tomb Raider tak terlalu direspons positif. Secara kualitas Tomb Raider versi Alicia Vikander memang datar-datar saja, tak terlalu istimewa. Baik dari sisi cerita, plot, dramatik, tak menghadirkan kejutan berarti. Barangkali, sepertiga bagian awal-awal film terbilang lumayan menarik.

Cerita reboot selalu menarik, darimana pembuat memulai cerita dan dianggap berhasil apabila lebih menarik dan berbeda dibanding versi Angelina Jolie. Dan Lara Croft versi Alicia Vikander memulai cerita dengan bagus. Pekerjaannya sebagai kurir dan petualangannya, berikut dilema tanda tangan kematian Richard Croft menjadi awal cerita yang menarik.

Karakter Lara yang berjiwa avonturir dan suka menerima tantangan, memberi harapan cerita Tomb Raider bakal menarik. Adegan taruhan perburuan ekor rubah lumayan memikat. Sampai soal warisan dan misteri hilangnya sang bapak, Richard Croft menjadi bagian planting cerita yang menarik. Tapi begitu menyaksikan kualitas antagon dan temuan di pulau yang menjadi biang keributan, termasuk twist perjumpaan Lara Croft dan sang bapak, Richard Croft, Tomb Raider sudah tak menarik lagi.

Tomb Raider dibuka dengan ulah Lara Croft yang sering merepotkan banyak pihak. Tidak terkecuali Ana Miller, wali asuh Lara. Ana yang diserahi tanggung jawab Richard sebelum menghilang. Ana pula yang menyodorkan alih harta waris, asal Lara mau membubuhkan tanda tangan pengakuan kematian Richard. Lara menolak.

Ia yakin bapaknya masih hidup. Apalagi ia temukan kamar rahasia Richard yang tengah memburu lokasi kubur Himiko, ratu kematian Yamatai. Richard juga menegaskan, kalau Lara menemukan dan memutar video di kamar rahasianya, berarti ia sudah meninggal. Berbekal temuan dari kamar rahasia dan puzzle rahasia, Lara bertualang mencari kubur Himiko. Petualangan Lara Croft pun dimulai.

Alih-alih menegangkan, musuh yang dihadapi tak seheboh adegan-adegan awal, menjadikan Tomb Raider terkesan datar-datar saja. Bahkan untuk menemukan pulau-pulau kematian di lautan Jepang, tak sedramatik gembar-gembor informasi di awal-awal cerita. Jadilah, reboot Tomb Raider film drama aksi petualangan, tidak terlalu mengesankan. Wajar jika, hasil penjualannya, juga tak seistimewa film-film mendekati musim panas.

(Sinemata/ *)

Sutradara: Roar Uthaug

Pemain:  Alicia Vikander (Lara Croft), Maisy De Freitas (Lara usia 7 tahun), Emily Carey (Lara usia 14 tahun),  Dominic West (Lord Richard Croft), Walton Goggins (Mathias Vogel), Daniel Wu (Lu Ren). Kristin Scott Thomas (Ana Miller), Derek Jacobi (Yaffe)

TRIVIA

Festival Film Indonesia (FFI) berlangsung sejak 1955. Tapi Piala Citra diberikan sejak tahun 1966. Lalu, siapa orang perfilman penerima Piala Citra terbanyak hingga saat ini. Tercatat nama Idris Sardi (10 Citra), Asrul Sani (8 Citra), Teguh Karya & Arifin C Noer (masing-masing 8 Citra).