SINEREVIEW

Apr 10 2018 by arwuda

Pasar Film China (2): Penyumbang Pendapatan Hollywood 20-30 Persen

SUKSES meraih penjualan tiket di triwulan pertama tahun 2018 mencapai 3,2 miliar dolar, ekuivalen Rp 43 triliun, industri perfilman China menjadi magnet pasar film-film Hollywood. Rata-rata sekitar 20-30 persen pendapatan film-film box office Hollywood disokong dari peredaran di daratan China.

Black Panther contohnya, dari 630 juta dolar pendapatan di Amerika, sebesar 110 juta dolar dihasilkan dari daratan China. Film Ready Player One, dari pendapatan di luar Amerika sementara ini sebesar 297 juta dolar, 62 juta dolar dihasilkan dari daratan China. Begitu juga film Pacific Rim: Uprising, maraih pendapatan sebesar 212 juta dolar di luar Amerika, sebesar 90 juta dolar merupakan kontribusi dari peredaran di China daratan.

Industri perfilman China terus bertumbuh mengagumkan. Kini raksasa-raksasa distributor Amerika memberikan prioritas peredarannya untuk wilayah China. Dengan layar sebanyak lebih dari 54 ribu layar, China menjadi tujuan pembuat film Hollywood mengedarkan filmnya. Dana dari raksasa-raksasa konglomerasi dunia yang terjun ke industri film seperti Wanda, Baidu, Alibaba, Tencent, menjadi incaran Hollywood untuk diajak bekerja sama.

Dalam industri kreatif dan hiburan empat raksasa dunia Wanda, Baidu, Alibaba, Tencent ini sangat berkuasa. Wanda menguasai jaringan bioskop terbesar. Bahkan di Amerika mereka adalah pemilik jaringan AMC. Di Australia, Wanda juga sudah menguasai jaringan Hoyt. Wanda juga bertindak sebagai penyandang dana produksi-produksi film, produser dan ekshibitor. Alibaba juga bertindak sebagai produser di film-film box office Hollywood.

Industri film China untuk saat ini juga ramah terhadap film-film Bollywood. Aamir Khan sudah memulai lewat film Dangal. Dari 290 juta dolar, sebesar 190 juta dolar dihasilkan dari daratan China. Tak berhenti di Dangal, film Aamir Khan berikutnya Secret Superstar juga direspons positif.  Dalam 24 hari Secret Superstar meraup 109 juta dolar. Bandingkan dengan pendapatan Secret di India yang hanya mendapat 12 juta dolar.

Gara-gara nonton Dangal, Presiden Xi Jinping minta Narendra Modi membuat film sejenis Dangal. Sang Presiden sangat menyukai film tersebut.

*Dari berbagai sumber

(Sinemata/ ANH)

TRIVIA

Darah dan Doa (The Long March [of Siliwangi] atau Blood and Prayer) adalah film Indonesia pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia sebagai sebuah negara (setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Indonesia). Merupakan produksi pertama dari Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), Film ini disutradarai oleh Usamr Ismail dan dibintangi oleh Faridah. Skenario ditulis oleh penyair Sitor Situmorang, yang menceritakan kisah cinta seorang pejuang dengan seorang Belanda yang menjadi tawanannya.