SINEREVIEW

Sep 27 2018 by sinematapost

Crazy Rich Asians : Opera Sabun a la Dinasti Tajir Melintir Singapura

crazy rich(Foto dok: Warner Bros.)

TERBUKTI bahwa cerita dongeng bak Cinderella begitu disuka. Film menghibur dan melambungkan angan penontonnya pun disambut meriah. Apalagi ditambah story-telling yang menghanyutkan bak opera sabun. Lengkap sudah tuntutan penonton di dalam bioskop. Crazy Rich Asians telah membuktikannya.

Sampai pemutaran minggu kelima Crazy Rich Asians sudah mengumpulkan 210 juta USD, sementara modal produksinya hanya 30 juta USD. Crazy Rich dengan pendapatan tujuh kali lipat, benar-benar panen. Cerita drama komedi romantis yang melambungkan angan seperti Crazy Rich sudah banyak dibuat. Sebut saja Bridemaids (2011) yang mampu mengoleksi pendapatan hingga 290 juta USD. Atau What Women Want (2000) yang mampu meraup pendapatan hingga 374 juta USD.

Penonton drama komedi romantis cerita a la Cinderella tentu tak pernah melupakan Julia Roberts dan Richard Gere di film karya Garry Marshall, Pretty Woman (1990). Film fenomenal Cinderella story ini bermodalkan 14 juta USD dan meraup pendapatan hingga 463 juta USD. Cerita yang melambungkan angan perempuan dinikahi pangeran kaya-raya, dan hidup selanjutnya seakan selesai dan tanpa masalah, sangat mudah menggoda selera penonton.

Crazy Rich Asians disambut riuh ya salah satunya karena kejadiannya di tanah Singapura. Satu latar cerita yang baru, latar karakter yang berbeda, plus kultur Asia yang sesungguhnya dipahami banyak penontonnya. Ada pendapat juga yang menyebut bahwa inferioritas warga Asia seakan menjadi bumbu pemanis keberhasilan film Crazy Rich meraih box office. Kalau selama ini kemewahan identik dengan warga kulit putih, begitu hadir Cinderella story a la warga Asia, tentu saja makin mendorong penonton makin riuh membicarakan film ini. Cek saja linimasa yang membicarakan kehebohan betapa banyak warga Asia dalam cerita nyata, tergolong super-kaya.

Jadi kurang lebihnya, Crazy Rich sukses di antaranya karena rasa penasaran dan rasa ingin tahu kehebohan cerita cinta kelompok berpunya dan si ‘miskin’. Bahwa muncul pseudo-premis, cinta tulus mengalahkan segalanya, atau ketegaran cinta akan mendapatkan hasil manis, sebenarnya adalah drama manis yang dibutuhkan setiap penonton. Meskipun kenyataan hidup juga kerap memunculkan kejutan seperti cinta Rachel Chu dan pangeran super-kaya Nicholas Young.

Opening scene Crazy Rich Asians saja sudah bikin melambung angan penontonnya. Eleanor Young bersama dua anaknya dan seorang nanny ditolak resepsionis dan manajer hotel mewah di London hanya karena mereka warga Asia, jauh dari tampilan aristokrasi, bahkan sepatu sang anak berlumpur. Tapi tiba-tiba sang pemilik hotel muncul dan menyambut sang tamu, serta langsung mengumumkan bahwa kepemilikan hotel telah dialihkan kepada keluarga Young dari Singapura ini. Keselek-lah para resepsionis dan manajer hotel. Penonton pun riuh dan angan mereka pun melambung.

Eleanor adalah ibu dari Nicholas dan Astrid Young. Merekalah keluarga dinasti tajir melintir di Singapura. Kehebohan terjadi ketika Nick Young akan kembali ke Singapura dan memperkenalkan kekasihnya, Rachel Chu. Undangan pernikahan sepupu Nick menjadi momen tepat Nick memperkenalkan keluarga, kerabat berikut kehidupan sosial mereka.

Bagi Rachel Chu, tidaklah mudah menjadi calon pendamping Nick Young sang pewaris keluarga kaya tajir Singapura. Ia harus menghadapi kecurigaan keluarga Nick karena dianggap materialistis. Rachel dianggap dari keturunan keluarga tak jelas. Bahkan Eleanor harus menyewa detektif partikelir menyelidiki latar keluarga Rachel. Puncaknya putuslah hubungan Nick dan Rachel yang saling mencinta. Untuk cerita Cinderella seperti cinta Nick dan Rachel, sepertinya tak perlu ditanyakan apakah hubungan keduanya berlanjut atau tidak. Tapi bagaimana proses cinta mereka bersatu, itu yang menjadi perhatian pembuat film ini. Paling tidak agar angan penonton Crazy Rich makin melambung, dan tentu saja makin baper!

(Sinemata/ *)

Sutradara: Jon M Chu

Pemain: Constance Wu (Rachel Chu), Henry Golding (Nick Young), Michelle Yeoh (Eleanor Young), Gemma Chan (Astrid Young), Lisa Lu (Ah Ma), Awkwafina (Peik Lin Goh), Harry Shum Jr. (Charlie Wu)

TRIVIA

"Lily van Java" merupakan Film tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia, menceritakan kisah seorang gadis anak hartawan yang oleh ayahnya dipaksa menikah dengan seorang pemuda, sedangkan gadis itu telah punya hubungan asmara dengan pemuda lain. Merupakan proyek film bisu yang diambil alih oleh perusahaan Wong bersaudara (Halimoen Film).