SINEREVIEW

Nov 01 2018 by sinematapost

Hunter Killer: Penyelamatan Presiden Rusia Terkudeta

TIDAK mudah membuat dramatik yang mampu membuat penonton tercekat. Apalagi ketegangan dihadirkan dari narasi awak kapal selam. Crimson Tide yang diperani Gene Hackman dan Denzel Washington, pernah berhasil. Kini giliran Gerard Buttler mencoba menghadirkan konflik ketegangan dari dalam lambung kapal selam lewat Hunter Killer.

Hasilnya tidak istimewa. Namun Hunter Killer juga tidak terlalu buruk. Ia berhasil membangun narasi menarik tentang konflik Amerika-Rusia. Isu ketegangan dua negara menjadi latar cerita yang pas di kondisi saat ini. Bahwa ada pembelotan, pengkhianatan, hingga kudeta yang membuat Hunter makin seru. Plus hadirnya beragam properti peralatan perang yang canggih, menambah nilai produksi Hunter terlihat wah.

Berbeda dibanding teknologi dan perubahan bentuk mesin perang seperti pesawat terbang. Dari era perang dunia ke-2 hingga masa kini, fisik kapal selam nyaris tidak mengalami perubahan berarti, kecuali kecanggihan peralatan dan sistem tempur yang melekat. Kapal selam juga bukan menjadi tulang punggung sistem pertahanan mengingat geraknya yang lamban dan terbatas. Itu sebabnya, tidak banyak film drama aksi thriller menggunakan kapal selam sebagai bagian dari cerita utama.

Hunter pun demikian. Sekiranya memindahkan latar konflik pun sesungguhnya tak masalah. Belum lagi, keinginan menghadirkan superioritas Amerika atas musuh-musuhnya, sesungguhnya era cerita American Dreams sudah usang. Tapi setidaknya, di beberapa bagian film Hunter mampu bikin berdebar penonton. Sebut saja saat kapal selam menyusup ke perairan Rusia. Bagian sekaligus juga menggelikan. Begitu leluasa pasukan elit Amerika menerobos perairan Rusia tanpa terdeteksi. Sementara pasukan Rusia begitu teledor untuk dikelabui. Buruknya Hunter tuh disini!

Hunter Killer merupakan misi penyelamatan Presiden Rusia Zakarin yang dikudeta menteri pertahanannya. Sang menteri ini sudah merancang skenario agar Amerika melakukan penyerangan setelah mereka saling tuduh terjadinya penenggelaman kapal selam masing-masing negara. Sang menteri akan leluasa membalas serangan dengan mengkudeta sang presiden.

Komandan kapal selam USS Arkansa, Joe Glass dikenal berpengalaman mengatasi situasi kritis dan berani mengambil risiko, dikirim melakukan penyelidikan. Amerika juga mengirim tim darat dari navy Seal untuk menyelamatkan presiden rusia. Misi yang awalnya penyelidikan kapal selam tenggelam, menjadi misi mencegah berkobarnya perang dunia ke-3.

Hunter dalam peredaran juga melempem. Ia jeblok dalam meraup jumlah penonton. Bahkan untuk peredaran domestik di Amerika saja, Hunter merugi.

(Sinemata/ *)

Sutradara: Donovan Marsh

Pemain: Gerard Butler, Gary Oldman, Linda Cardellini, Toby Stephens

TRIVIA

DI Thailand, sudah biasa sebelum dimulai pertunjukan konser, siaran radio dan televisi, juga film bioskop menyanyikan lagu kebangsaan Phleng Chat Thai. Hingga sekarang pun masih berlangsung. MVP Pictures mencoba melakukan ritual sama melalui Film Soekarno (2013). Sebelum film dimulai, tertulis teks yang meminta dengan hormat penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Banyak yang merespons positif, tapi tak sedikit yang menolak berdiri dan mau menyanyikan lagu kebangsaan.