SINEREVIEW

Dec 21 2018 by sinematapost

Robin Hood: Daur Ulang yang Tak Mengesankan

KISAH Robin Hood, pencuri ulung idola kaum miskin punya nilai cerita unik hingga berkali-kali diangkat ke layar lebar dan panggung teater. Terakhir difilmkan tahun 2010.  Robin Hood versi mutakhir besutan sutradara Otto Bathurst ini diperankan Taron Egerton, bintang Inggris, agar dialek Londoners-nya lebih terasa.  

Ingin membedakan dari film lainnya, Robin Hood sang jagoan di film ini justru bisa dibilang ‘cupu’, tanpa kemampuan yang memadai. Sedikit diperlihatkan penambahan kapabilitasnya untuk mencuri, hasil didikan Yahya, yang saking sulit namanya dieja diubah menjadi John. Nilai tambah untuk proses yang diperlihatkan di sepanjang film.

Sayangnya motivasi Robin Hood sangat dangkal, hanya karena seorang wanita, Marian, dan tidak dikembangkan dengan baik.

Beberapa kostum di film ini, alih-alih mengingatkan pada abad pertengahan di Inggris, justru memberikan kesan diambil dari desainer-desainer haute couture dunia. Juga mengambil pengaruh dari hip hop culture, Ini juga bagian dari memutakhirkan cerita dongeng buat penonton milenial. Atau mengingatkan penonton pada pakaian sejuta umat akan fashion keluaran H&M. Untuk jadi film milenial, tak seharusnya mengorbankan banyak aspek.

Dialog dalam film berusaha menjadi relevan dengan isu-isu yang sedang panas di banyak belahan dunia. Islamophobia, rasisme, perbedaan kelas. Sayang sekali, dialog tidak disajikan secara natural, sehingga cenderung memaksa. Sekadar catatan, Tim Minchin menjadi scene stealer di sepanjang film dengan celetukan-celetukan konyolnya.

Dengan budget 100 juta dolar, Robin Hood (2018) hanya mendapatkan 65 juta dolar dari pemutarannya di seluruh dunia. Rating di Rotten Tomatoes pun hanya 14% dari 100%. Cukup menggambarkan film secara keseluruhan.

Untungnya, kadar aksi cukup menghibur, meski kadang terlalu panjang sehingga penonton kehilangan fokus. Namun cukup layak dijadikan pilihan tontonan pelepas lelah. Robin Hood memang menghibur dari aspek laganya, tapi kehilangan ruh ceritanya. Moral story film juga nyaris tak tersisa sekeluar menyaksikan film ini. Barangkali, yang diniatkan pembuat film memang bukan kedalaman (indepth) legenda pahlawan rakyat ini, tapi sisi hiburan untuk para milenial. Meskipun pilihan milenial-nya pun tak tepat sasaran. Jadilah Robin Hood film besar yang merugi!

(Sinemata/ ANH)

Sutradara: Otto Bathurst

Pemain: Taron Egerton, Jamie Foxx, Ben Mendehlson, Eve Hewson, Tim Minchin, Jamie Dornan

TRIVIA

WONG Fei Hung (1847-1924) menjadi tokoh legenda yang paling banyak difilmnya. Sejak era aktor Kwan Tak Hing (1949) memerankan guru Wong hingga Jet Li (Badge of Fury -2013) atau era Peng Yuyan (Rise of the Legend) tak kurang dari 120 judul film telah dibuat perfilman Mandarin maupun China daratan