SINEREVIEW

Jan 21 2019 by sinematapost

Escape Room: Alur Cerita Sederhana, Bujet Murah, Bawa Untung

escape room

SEBENARNYA kesederhanaan cerita, termasuk pengulangan cerita atau klise, bahkan tanpa bintang besar pun satu film bisa sukses. Apalagi ditambah alur cerita memikat, twist dan akhir cerita yang bikin penasaran, pun adegan penuh ketegangan, makin menambah daya pikat film. Setidaknya begitulah pembuat Escape Room menyusun pakem sukses film mereka.

Film berbujet murah namun sukses peredaran, salah satunya ya Escape Room ini. Bermodal 9 juta USD, Escape meraup hingga 55 juta USD. Keuntungan diraih enam kali lipat, cukup berarti bagi film yang mirip-mirip reality-show, namun mematikan. Escape juga mirip-mirip The Maze, Saw, The Game Night. Bisa jadi Escape merupakan versi mutakhir dari film lama The Cube (1997).

Escape Room menjadi perhatian ketika ia masuk sebagai film box office dalam masa edarnya sempat mengumpulkan 40 juta USD untuk wilayah Amerika Utara, sebelum akhirnya melambat di angka 55 juta USD. Padahal dari sisi cerita, Escape merupakan pengulangan dan sudah bisa ditebak alurnya. Bahkan sosok yang bakal bertahan hidup pun sudah bisa diperkirakan. Hanya saja, pembuat Escape termasuk bagus dalam mengelola pace film, alur yang tidak rumit, cenderung linier dan kesimpulan dari premis yang dibuat di awal cerita ‘bertahan hidup dan menemukan jalan keluar’ adalah akhir yang dinanti penontonnya.

Untuk mengetahui tokoh yang bakal bertahan hidup, di Escape juga terbilang sederhana. Tokoh yang paling pintar, lugu, punya beban masa lalu kelam. Atau sekalian yang paling bodoh, cerewet, nampak lemah dan kerap mengganggu di setiap adegan. Meski pakem ini sangat umum, toh penonton betah sampai akhir cerita Escape Room berakhir.

Dikisahkan enam orang tertarik dengan hadiah 10ribu USD untuk memenuhi undangan the game master dan bermain menemukan jalan keluar. Keenam peserta ini pun tidak pernah menduga bahwa permainan akan berlangsung sampai tahap ekstrem, yaitu kematian. Mereka menduga seperti reality show kebanyakan, bahwa kalau gagal pun tak mencabut nyawa mereka. Nyatanya tidak.

Uniknya, meski sukses Escape Room menyisakan kritik, Bahkan media online popular memberi Escape review buruk dan rating rendah. Kerap terjadi, namun yakinlah rating kadang tak menjadikan film menghibur kehilangan daya hiburnya. Nyatanya film sederhana seperti Escape Room bisa bawa untung pembuatnya.

Barangkali review buruk, rating rendah, kritik pedas kerap bertolak belakang dengan pencapaian box office film-film indie seperti Escape Room. Bahwa penonton terhibur, penonton suka atau memuji, kerap terabaikan oleh penyematan rating buruk. Terlalu subyektif. Escape Room contohnya.

(Sinemata/ *)

Sutradara: Adam Robitel

Pemain:

Taylor Russell (Zoey Davis), Logan Miller (Ben Miller), Deborah Ann Woll (Amanda Harper), Tyler Labine (Mike Nolan), Jay Ellis (Jason Walker), Nik Dodani (Danny Khan), Kenneth Fok (Detective Li), Yorick van Wageningen (The Gamemaster)

TRIVIA

Loetoeng Kasaroeng adalah film pertama yang diproduksi di Indonesia. Film bisu ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company. Disutradarai oleh G. Kruger dan L. Heuveldorp. Pemutaran perdananya di kota Bandung pada 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927 di dua bioskop terkenal Bioskop Metropole dan Bioskop Majestic. Film Lutung Kasarung ini tercatat pernah diremake 2 kali yaitu tahun 1952 dan 1983.