SINEREVIEW

Jan 21 2019 by sinematapost

Master Z – The Ip Man Legacy: Laga Gaya Ol-skol, Tapi Tetap Menawan

master Z

MASTER Z – The Ip Man Legacy  ini bisa dianggap sebagai spin-off, cerita lain dari franchise Ip Man. Bisa dibilang, Master Z merupakan lanjutan kisah hidup Cheung Tin-chi setelah kalah tarung lawan Ip Man. Menarik. Bahkan memunculkan tanya, apakah Cheung Tin-chi eksis atau sosoknya ada?

Wajar pertanyaan tersebut muncul mengingat Ip Man adalah legenda jagoan beladiri Wing Chun yang pernah ada. Cheung Tin-chi atau di sekuel ketiga film Ip Man biasa dipanggil Sum Nung merupakan jagoan yang ingin membuktikan sebagai jagoan Wing Chun sejati. Sum Nung atau Cheung Tin-chi yang membesarkan anak tunggalnya, tak pernah disebut dalam arsip sejarah Wing Chun. Artinya Sum Nung merupakan tokoh fiktif.

Sebagai tokoh fiktif yang dihidupkan melalui spin-off (sempalan) cerita Ip Man, karakter Cheung Tin-chi cukup berhasil. Melalui cerita Master Z, Cheung Tin-chi benar-benar seperti bagian dari sejarah beladiri Wing Chun. Lewat tokoh Cheung Tin-chi pula, bisa dijadikan franchise untuk produksi sekuelnya.

Ramai cerita warga yang menyebut bahwa setelah Cheung Tin-chi bertarung melawan Ip Man, Tin-chi memilih menyingkir. Ia hidupi anak semata wayangnya menjadi petarung jalanan. Ia buka toko kelontong untuk menopang keuangannya yang pas-pasan.

Hidup Tin-chi makin kacau setelah berurusan dengan Kit, gembong mafia keluarga Cheung Lok. Orangtua Kit adalah salah satu pendiri kelompok mafia Triad. Sang kakak, Kwan, mulai sadar, bahwa bisnis kotor keluarganya harus perlahan berubah. Semua pimpinan sepakat. Kit menolak, ia malah beraliansi dengan Owen, pedagang kokain yang menyamar sebagai pemilik restoran. Kit juga yang merusak kawasan bar milik Fu. Sementara Tin-chi bekerja di bar milik Fu dan berjanji akan melindungi kawasan bar dari pengaruh obat bius.

Jadilah, permusuhan Cheung Tin-chi dan kit yang dibantu Owen melibatkan banyak pihak. Owen juga dibantu penegak hukum menghancurkan bisnis Fu. Owen pula yang membunuh Fu. Kwan yang ingin menyadarkan adiknya pun rela memotong tangan sang adik setelah Kit tak juga menyadari kesalahannya.

Master Z – The Ip Man Legacy, memang tidak menghadirkan sosok Ip Man, namun koreografi Wing Chun masih menawan berkat Cheung Tin-chi yang dierankan Max Chang. Veteran sutradara dan koreografer kungfu, Yuen Woo-ping, menjadikan semua pertarungan cukup memikat. Tidak terkecuali duel Cheung Tin-chi dan Kwan (diperankan Michelle Yeoh).

Secara keseluruhan Master Z, menawan dari sisi adegan laga, namun tak ada yang istimewa dari sisi cerita. Master Z menggunakan pakem lumrah dalam film-film laga. Jagoan yang terusik setelah mundur dari dunia persilatan, atau kisah jagoan yang terusik kehadiran kawanan bandit. Begitu pun cerita Master Z, pakem cerita klise dan mudah ditebak akhir cerita. Koreografi meski istimewa juga tak ada kebaruan. Adegan laga Master Z malah mengingatkan gaya berantem ol-skol film-film tahun 1990-an. Ketika era Jet Li begitu disuka dan mendunia.

So, kalau nonton Master Z, nikmati saja sebagai film hiburan laga dan adu jotos, tidak usah berharap lebih.

(Sinemata/ *)

Sutradara: Yuen Woo-ping

Pemain:

Max Chang (Tin-chi), Michelle Yeoh (Kwan), Dave Bautista (Owen Davidson), Liu Yan (Julia), Xing Yu (Fu), Tony Jaa (Sadi), Kevin Cheng (Tso Sai Kit), Chrissie Chau (Nana)

TRIVIA

Academy Awards merupakan penghargaan perfilman paling bergengsi. Tayangan malam puncak Piala Oscar dinikmati jutaan penonton TV seluruh dunia. Tapi apakah ada hadiah uang diberikan kepada pemenang/nominee? Besarnya tergantung sponsor yang mau mengisi goodie bag. Tahun lalu nilainya sekitar Rp 50 juta, berupa voucer hotel sampai produk elektronik. Piala Oscar sendiri nilai produksinya hanya sekitar Rp 5 juta.