SINEREVIEW

Feb 06 2019 by sinematapost

The Mule: Si Uzur yang Menolak Jadi Pecundang

EARL Stone memilih membahagiakan teman dan hepi menikmati puja-puji mereka. Dibanding ia harus berada di tengah keluarga. Ia takut jadi pecundang bila terus berada di tengah keluarga, apabila tak mampu memberi kebahagiaan.

Yang diucapkan Earl memang mulia. Namun sesungguhnya pilihan hidup Earl, bertolak belakang dengan keinginan mantan istrinya. Mary Stone justru berharap Earl berada di tengah keluarga, walaupun Earl tak mampu memberi kebahagiaan berlimpah. Semua anak dan cucu, menginginkan Earl berada bersama mereka dibanding ia habiskan waktu berbagi kebahagiaan bersama teman. Earl memilih berada di tengah pengumuman kejuaraan tahunan pekebun bunga lili, dibanding ulang tahun, pernikahan atau wisuda anak-cucunya.

Tapi di mata rekan pekebun, teman-teman pemilik bar, pemilik yayasan nirlaba, Earl Stone adalah pahlawan mereka. Bukan sanjungan, tapi ada kebahagiaan bagi Earl menjadi pusat perhatian mereka. Bahkan sampai di ujung senja usianya. Mantan istri dan putrinya masih menolak kehadirannya. Bahkan, keributan terjadi ketika Earl datang ke pernikahan cucunya, Ginny. Padahal Ginny berharap sang nenek, juga ibunya, mau menerima kehadiran Earl.

Di tengah rasa kecewa itulah, Earl menerima pekerjaan sebagai pengantar barang. Ia memang menyukai kehidupan jalanan. Earl tidak pernah tahu, barang yang ia antarkan adalah narkoba. Sekali, dua kali, lima kali, Earl menikmati uang yang dihasilkan dari pengantaran narkoba. Ia akan dimaklumi oleh polisi di jalan, mengingat ia adalah veteran perang. Juga usia senjanya yang tidak akan dicurigai sebagai penyelundup narkoba. Ini yang disukai bos kartel narkoba Meksiko.

Dari yang mulainya jasa kuris belasan ribu dolar, sampai jutaan dolar ia terima. Earl menyadari ia salah jalan. Tapi nikmatnya sanjungan dan uang yang bisa ia berikan sebagai sumbangan untuk menghidupkan restoran yang tutup, sekolah yang bangkrut, yayasan amal yang kekurangan dana, membuat Earl terus menikmati kerjanya sebagai pembawa narkoba hingga ratusan kilo di mobilnya. Petugas anti-narkoba dan agen khusus Colin Bates pun terkecoh.

The Mule menawarkan kisah menarik. Ia diangkat dari artikel penyelundupan narkoba yang dimuat di New York Times. Eastwood melihat kisah unik kejahatan Kartel Sinaloa yang memanfaatkan lelaki tua sebagai penyelundup demi menghindari kecurigaan petugas. The Mule menawarkan isu menarik juga cerita yang tak klise. Clint Eastwood yang bertindak sebagai pemain, sutradara dan salah satu produser, mengemas The Mule menjadi tontonan penuh emosi. Empati yang dibangun malalui tokoh Earl Stone terbangun dengan baik.

Lelaki uzur seperti Earl Stone seakan menjelaskan problem lelaki kebanyakan yang takut berada di tengah keluarga. Berada di tengah keluarga bisa memberi label pada diri mereka sebagai pecundang yang tak mampu memberi harta berlimpah. Earl Stone merasa lebih berguna berada di luar rumah. Sebagai pekebun bunga lili ia sukses, sebagai manusia sosial ia berhasil, tapi sebagai kepala keluarga ia gagal.

The Mule menawan dari gaya tuturan dan alur cerita yang mengalir tak membosankan. Mendengar celoteh, sinisme, ocehan, kritik dan ketidakmampuan Earl Stone, persis seperti kebanyakan lelaki tua yang merasa punya pengalaman segudang dan tak takut menghadapi ancaman apapun.

(Sinemata/ *)

Sutradara: Clint Eastwood

Pemain: Clint Eastwood (Earl Stone), Bradley Cooper (Colin Bates), Dianne Wiest (Mary Stone), Taissa Farmiga (Ginny), Alisson Eastwood (Iris), Michael Pena, Andy Garcia, Laurence Fishburne

TRIVIA

FILM Pengantin Remaja (1971) mempertemukan Widyawati dan Sophan Sopiaan. Keduanya memerankan tokoh Romi dan Yuli. Di film itu pula keduanya saling jatuh hati dan menikah pada 9 Juli 1972.