Avengers End Game: Silakan Norak, Bertepuk Tangan, Bila Perlu Bersorak

HEBOH Avengers End Game terjadi di seluruh dunia. Negara-negara yang ingin rilis duluan di 24 April 2019 menuai sukses penjualan. Sementara peredaran di Amerika baru mulai 26 April atau 27 April 2019 waktu Indonesia.

Australia, China Perancis, Jerman, Hong Kong, Indonesia, Italia, Malaysia, Filipina, Korea, Thailand dan Taiwan, meraup penjualan fantastis dan jadi rekor pendapatan di hari pertama pemutaran di negeri masing-masing. China paling fantastis. Dalam satu hari, China bisa meraup 106 juta USD, angka terbesar di pemutaran perdana dalam sejarah perfilman China. Total sekitar 169 juta USD didapat dari penjualan hari pertama atau sekitar Rp 2,36 triliun.

The Avengers End Game, tentu saja akan terus berlipat pundi-pundi pendapatannya dari peredaran negara-negara Eropa, Asia maupun Amerika Latin. End Game diperkirakan tembus 2 miliar USD atau sekitar Rp 28 triliun.

Avenger End Game memang wah dalam segala hal. Ensembel jagoan jagad komik Marvel hadir semua. Begitu juga cerita yang mereka buat, begitu runut, dengan alur seperti rangkuman cerita masing-masing jagoan yang dikemas ulang dan menuju dramatik film. Bagusnya lagi, semua tersusun begitu proporsional, porsi cerita hingga silang dialog begitu terkontrol. Menjadikan tontonan End Game enak dinikmati meskipun harus duduk 181 menit, atau 3 jam lebih.

Tidak banyak film berdurasi 3 jam, mampu membuat penonton tetap anteng duduk menikmati setiap bagian cerita. Kalaupun ada sedikit kekagetan, tentunya euforia penonton yang tak terkendali. Ada yang bersorak, bertepuk tangan, bahkan berdiri yang tentu saja harus diingatkan penonton di belakang. End Game seakan memuaskan hasrat banyak pihak. Mereka yang penyuka drama terpuaskan dengan adegan penuh haru, menyentuh juga emosional.

Bagi penyuka laga, perang kolosal yang terjadi juga cukup enak dinikmati. Adegan rebutan sarung tangan Thanos sudah diperkirakan akan seperti adegan roller-ball atau motor-ball seperti di film Alita. Pada akhirnya siapa pemegang terakhir sarung tangan dengan enam batu universe, dialah yang menentukan akhir cerita End Game. (Udah spoiler ya? Belum! Oke, lanjut)

Avengers End Game layak dinanti. Pembuat End Game sadar bahwa curiosity, rasa ingin tahu bakal penonton film mereka ini bak bendungan besar yang siap ambrol dan menggenangi ‘gedung bioskop’. Ibarat bom, ia siap meledak dalam kapasitas maksimal. Avengers menyatukan banyak penonton, tidak saja mereka yang fanatik jagad superhero Marvel, tapi penonton baru yang tertular demam dan tergelitik keinginannya nonton Eng Game.

Satu lagi Avengers End Game menyatukan banyak pihak dan merasa punya kepentingan. Ia melepas sekat warna kulit. Jagoan kulit putih, kulit hitam, kulit kuning di jagad hero Marvel. Tak heran, Avengers End Game disambut gempita. Nyaris tak menyisakan pemberitaan untuk film lain di minggu pertama pemutarannya. Sepertinya juga tak sulit meraup 1 miliar USD di minggu pertama pemutaran End Game. Dan tentu saja, capaian Avengers ini bisa mengubah persepsi standar film sukses. Setidaknya, Avatar kalau sebelumnya disebut sebagai yang terbaik dan fenomena, kini sebutan sukses dan fenomena itu adalah Avengers End Game. Mampukah?  

(Sinemata/ AMI)

Sutradara: Anthony & Joe Russo

Pemain:

Robert Downey Jr. (Tony Stark / Iron Man), Chris Evans (Steve Rogers / Captain America), Mark Ruffalo (Bruce Banner / Hulk), Chris Hemsworth (Thor), Scarlett Johansson (Natasha Romanoff / Black Widow), Jeremy Renner (Clint Barton / Hawkeye), Don Cheadle (James Rhodes / War Machine), Paul Rudd (Scott Lang / Ant-Man), Benedict Cumberbatch (Doctor Strange), Chadwick Boseman (T'Challa / Black Panther), Brie Larson (Carol Danvers / Captain Marvel), Tom Holland (Peter Parker / Spider-Man), Karen Gillan (Nebula), Zoe Saldana (Gamora)

Tags