Akhir Kisah Cinta Si Doel: Setelah 27 Tahun di Hati Dua Perempuan

Akhir Kisah Cinta Si Doel: Setelah 27 Tahun di Hati Dua Perempuan

AKHIR Kisah Cinta Si Doel atau Si Doel cukup berhasil dalam menggerakkan massa penonton fanatisnya. Sebagian besar penontonnya adalah mereka yang penasaran ingin tahu pilihan Doel. Pilih Sarah atau Zaenab?

Gimmick frasa ‘Akhir Kisah’, juga pilihan dua orang perempuan sebagai pasangan pilihan Doel, tentu mengena. Mungkin juga menggugah rasa ingin tahu penonton perempuan yang penasaran atas pilihan lelaki seperti Doel. Bukankah isu poligami juga masih seksi untuk dijual. Pembuat sadar bahwa dua perempuan yang ada dalam hidup Doel, tentu punya penggemar. Keduanya juga adorable. Sarah dan Zaenab juga punya kelebihan yang tak mudah untuk dipilih.

Di sekuel kedua, bahwa Doel punya anak dengan Sarah dan berkeputusan pisah, menjadi persoalan yang tidak mudah terselesaikan untuk lelaki ‘peragu’ seperti Doel.

Di sekuel ketiga, sebagian besar cerita masih menghadirkan ketidakmampuan Doel mengakhiri persoalan ‘tidak menyakiti’ perempuan. Dan kisah ini menjadi jualan utama Akhir Kisah Cinta. Sah-sah saja penonton gemas dan gregetan untuk tidak menyebut jengkel, menyaksikan lelaki seperti Doel tak juga mampu menyelesaikan kemelut hati dan rumah tangganya. Boleh saja, emosi melihat keraguan Doel sepanjang film. Tapi bukankah bagi yang pernah mengalami konflik rumah tangga, kepusingan si Doel merupakan gambaran lumrah. Umum dialami.

Kalaupun masih juga misuh-misuh terhadap ketidaktegasan Doel, ya bisa jadi Rano Karno tidak mampu meyakinkan penontonnya, bahwa keraguan yang ada dalam diri setiap lelaki, ya seperti tokoh yang dimainkan Rano.

Ketidaknyamanan berikutnya, tentulah betapa seringnya, Doel memegang perut bincitnya. Tak hendak membandingkan dengan aktor-aktor gaek di Hollywood, Bollywood atau Mandarin. Mereka tetap tampil chic, gagah, enak dipandang, matang bahkan lebih memikat. Begitu juga Cornelia Agatha, akan jauh lebih elegan dan bikin hati lelaki seperti si Doel makin tertawan, andai hadir dengan tampilan fisik menawan.

Excuse-nya, ya maklumi saja kalau urusan perceraian Doel dan Sarah, menjadi tekanan batin dan perasaan mereka. Dan makanan menjadi pelariannya. Seperti Donnie Yen di film Enter the Fat Dragon. Bisa jadi!

Bukti keberhaSilan Akhir Kisah Cinta Si Doel adalah jumlah penonton selama empat hari pemutaran sebanyak 600an ribu penonton. Atau 150ribu penonton per hari, diperkirakan minggu pertama pemutaran Si Doel bisa meraih sejuta penonton. Atau menjadikan film kedua di atas sejuta penonton setelah Nanti Kita Cerita.

Di sekuel kedua, Doel menemui Sarah di Belanda. Di sekuel ketiga ini merupakan kelanjutan pembicaraan keduanya yang memutuskan untuk mengurus perceraian. Problem muncul ketika anak Sarah dan Doel, Doel yunior, ingin menginap di rumah sang bapak. Zainab diberitahu dokter telah hamil. Dilema ini yang menggayuti Doel sepanjang satu jam setengah filmnya.

Jawaban atas pertanyaan penonton terhadap pilihan Doel atas Sarah dan Zaenab juga akan terjawab. Namanya juga ‘akhir kisah’ tentu tidak ada yang dituturkan lagi. Dan di akhir film, pembuat Si Doel seperti ingin mengucapkan terima kasihnya atas kesetiaan penonton selama 27 tahun, menantikan pilihan Doel antara Sarah dan Zaenab. Ibaratnya penantian penonton selama 27 tahun telah menemukan jawabnya.

Bisa jadi Si Doel telah mengakhiri kisahnya, tapi rumah produkSi maSih punya peluang menjadikan spin off, tokoh-tokoh di film ini. Misal pertemuan Mandra dan Munaroh yang sudah menjanda. Atau kisah perjalanan hidup Atun dan anaknya. Bisa juga sih, Sarah dan anaknya di Belanda. Tapi tentu saja, tak ada karakter yang sekuat di Doel untuk diangkat menjadi cerita terpisah, ya kan?

(Sinemata/ AMI)

Sutradara:  Rano Karno

Pemain: Rano Karno, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Mandra, Suty Karno, Aminah TjendrakaSih

Tags