Zootopia: Pesan Damai dari Kota Utopis

Zootopia: Pesan Damai dari Kota Utopis

Film animasi 3D ini menceritakan kehidupan hewan di kota Zootopia. Zootopia digambarkan sebagai kota metropolitan penuh impian. Banyak hewan berkeinginan bisa tinggal disana. Mau kota bersuasana gurun pasir ada, bagian kota bersalju tersedia, bahkan kota dengan hujan tropis sepanjang tahun pun bisa dinikmati. Hewan di Zootopia ibaratnya miniatur kehidupan manusia sesungguhnya. Begitu juga profesinya. 

Menjadi polisi adalah impian Judy Hopps (disuarakan oleh Ginnifer Goodwin). Sejak kecil Judy selalu membela yang lemah. Ia akhirnya diterima di akademi kepolisian. Menjalani latihan keras dan mampu mengalahkan dominasi hewan-hewan predator, menjadikan Judy sebagai lulusan terbaik. Judy pantas bertugas di Zootopia. Ia kelinci pertama yang ditugaskan Walikota Leodore Lionheart.

Zootopia ternyata tidak seindah impian. Keramahan menjadi barang mahal. Bahkan tempat tinggal Judy  jauh dari kata nyaman, pun tetangga yang tak pernah peduli. Hari pertama Judy Hopps bekerja sebagai polisi, ia hanya ditugaskan sebagai penjaga parkir oleh Chief Bugo – kepala polisi Zootopia. Sedangkan polisi lainnya ditugaskan memecahkan misteri hilangnya 14 hewan. Walaupun kesal, Judy tetap semangat.

Saat bertugas, ia bertemu Nick Wilde (Jason Bateman). Nick si Rubah tidak dilayani membeli es krim. Rubah dikenal licik dan tukang tipu. Itu sebabnya, penjual menolak melayani. Merasa iba, Judy menolongnya. Ternyata benar, bahwa sifat rubah tetaplah sebagai penipu. Nick membeli es krim agar bisa diperbanyak dengan dicampur dengan salju. Keuntungan yang diraih Nick pun berlipat. Nick beralasan, hanya dengan kepintaran (yang sesungguhnya tak beda dengan kelicikan), ia bisa hidup di Zootopia. 

Hari berikutnya, Judy berhasil menangkap pencuri. Tapi Chief Bogo malah hendak memecatnya. Beruntung ada tangisan Nyonya  Otterton yang kehilangan suaminya. Judy pun mengajukan diri melakukan penyelidikan hilangnya Otternton si Berang-berang. Dalam 48 jam kasus harus terpecahkan, bila gagal Judy akan dipecat.

Judy teringat ucapan Nick, untuk bertahan hidup di Zootopia harus pintar. Berkat kepintarannya, Judy berhasil memaksa Nick membantunya. Berkat Nick, Judy menemukan keanehan saksi-saksi yang ia temui. Mereka bisa tiba-tiba menjadi buas dan menyerang lawan bicara di depannya. Berkat Nick pula Judy mulai memecahkan kejanggalan kasus hilangnya 14 hewan yang belum terpecahkan kawan-kawan polisi.

Namun terbongkarnya penyebab hilangnya 14 hewan, malah berujung pada kekacauan Zootopia. Saat diwawancarai media, Judy menyebut bahwa sifat dasar hewan buas yang muncul lagi menyebabkan mereka menyerang warga lain. Zootopia chaos. Para hewan buas merasa disudutkan, mereka tak bisa menerima. Sekalian saja menjadi hewan buas, daripada sekadar dituduh buas.  

Judy merasa bersalah. Ia memilih meninggalkan Zootopia dan kembali ke kampung kelinci. Di kampungnya, Judy justru menemukan penyebab berubahnya sifat para hewan. Ia pun bergegas kembali ke Zootopia dan membongkar konspirasi kejahatan yang sesungguhnya dilakukan hewan terlemah.

Zootopia sungguh luar biasa mengemas cerita. Disney selalu memiliki kekuatan cerita dalam menyampaikan pesan. Bahwa sesungguhnya tidak ada stereotipe sifat yang diturunkan. Hewan buas pun bisa berubah. Sesungguhnya, selalu ada usaha mengubah sifat buruk menjadi baik. Namun karena paradigma yang salah, sisi buruk terpaksa muncul. Rubah dianggap warga penipu, meskipun Nick berusaha keras mengubah anggapan itu. Stigma penipu, menjadikan Nick memilih menjadi penipu.

Satu sindiran yang sesungguhnya ditujukan untuk mereka-mereka yang hidup di kota besar. Perilaku saling memangsa, atau ‘the fittest to survive’ adalah nyata begitu kepentingan mereka terusik. Persis yang digambarkan Disney lewat Zootopia. Zootopia juga mengajarkan anak-anak menghormati dan berteman tanpa membedakan.

(Sinemata/TR)

 

Tags