SINEREVIEW

Apr 01 2016 by arwuda

Surga Yang Terluka: Syuting Maraton di Lokasi Eksotik

SETELAH selamatan produksi, film Surga Yang Terluka (SYT) melakukan syuting maratonnya. Maklum saja, beberapa pemain memiliki jadwal padat. Termasuk kewajiban menjalani syuting dengan pihak lain.

Sinemata menyempatkan datang ke lokasi syuting film SYT, 23-25 Maret lalu. Tempat-tempat menarik dan jauh dari keramaian menjadi pilihan tim produksi. Di antaranya adalah di Gunung Gambar, Gunung Kidul, Yogyakarta. Beberapa lokasi lainnya adalah gunung Nglanggeran, Gunung Kidul yang merupakan gunung api purba  juga menjadi pilihan lokasi produksi karya sutradara Amin Ishaq ini.

Christine Hakim terpaksa harus meninggalkan syuting di stasiun TV saat memperingati Hari Film Nasional. “Ini acara rutin mingguan saya bersama Reza Rahadian. Namun karena posisi saya di Gunung Kidul, awak stasiun TV melakukan taping dari lokasi,” jelas perempuan peraih enam Piala Citra ini.  Padahal, gunung Gambar termasuk lokasi yang susah aksesnya. Perjalanan menuju gunung Gambar, Gunung Kidul ditempuh dalam satu jam berkendaraan dari kota Wonosari. Atau kurang lebih dua jam dari Yogyakarta.

Selain gunung Gambar, SYT juga syuting di gunung Nglanggeran, Gunung Kidul. Nglanggeran dicapai sekitar satu jam dari Wonosari. Gunung api purba aktif ini menjadi pilihan tim produksi, mengingat banyak titik-titik menawan sebagai lokasi syuting. “Selain dua lokasi itu, kami juga akan syuting di titik-titik seperti Gua Pindul, air terjun Sri Gethuk maupun pantai Baron,” jelas Amin Ishaq.

Dua pemain utama SYT, Ade Firman Hakim dan Meriza Febriana pun sudah ditunggu produksi sinetron dan film lain. Itu sebabnya, keduanya memilih memadatkan jadwal syuting SYT. Bahkan syuting hingga pukul 1 dini hari pun mereka lakoni. “Saya sudah ditunggu sinetron stripping dan produksi film,” ungkap Ade Firman yang berperan sebagai Banyu, anak pertama Christine Hakim.

Herdin Hidayat, pemeran suami Christine Hakim pun harus menolak dua produksi sinetron stripping. Ia memilih menyelesaikan syuting SYT di Yogyakarta.

“Surga Yang Terluka menjadi menarik ketika berbicara tentang tema relasi keluarga berikut problemnya. Itu sebabnya, saya memilih total fokus di film ini,” jelas Christine Hakim yang memilih tidur di lokasi syuting dibanding di hotel atau penginapan yang disediakan rumah produksi.

Secara keseluruhan Surga Yang Terluka akan menyelesaikan 17 hari syuting di wilayah Gunung Kidul. Satu lokasi berada di luar Yogya daerah Muntilan, Jawa Tengah. Syuting di Muntilan akan dilakukan setelah selesai syuting di Gunung Kidul selesai dan menjadi akhir dari rangkaian syuting.

(Sinemata/ *)

TRIVIA

Film Indonesia dengan sekuel terbanyak, juga franchise dan spin-off (sempalan cerita) adalah Catatan Si Boy. Film yang diangkat dari sandiwara radio, diproduksi pertama kali 1987. Skenario film ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy. Sekuel kedua hingga kelima, diproduksi tiap tahun hingga Catatan Si Boy 5 (1991). Tahun 1991, muncul spin-off yang ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy, Catatan Si Emon. Yang paling mutakhir adalah Catatan Harian Si Boy (2011) yang dianggap sebagai lanjutan kisah si Boy yang sudah berumur.