SINEREVIEW

Apr 06 2016 by arwuda

The Bodyguard: Veteran Lupa Ingatan Melawan Mafia

SUDAH 20 tahun, setelah Once Upon a Time in China & America (Jet Li) dan Mr Nice Guy (Jacky Chan), Sammo Hung baru mendapat kepercayaan kembali menyutradarai film drama laga. Judul awalnya My Beloved Bodyguard, kemudian cukup dilabeli The Bodyguard.

Sebenarnya The Bodyguard memiliki cerita lumayan menjanjikan. Begitu juga pemain, lokasi syuting hingga aksi laga, cukup menarik. Namun entah kenapa The Bodyguard beralur lambat. Ada kegagalan chemistry yang semestinya membuat emosi penonton meledak. Kisah relasi seorang lelaki tua dengan gadis kecil yang terlunta, semestinya bisa lebih memikat. Sayang, Sammo Hung gagal menyeret emosi penontonnya.

Modal keterlibatan aktor-aktor tua sebagai bagian cerita, juga semestinya menjadikan The Bodyguard jauh lebih menarik. Ada Sammo Hung sendiri, Andy Lau, Tsui Hark, Karl Maka, Yuen Biao, semestinya kaya akan koreografi adegan laga menawan. Mereka adalah veteran sekaligus penata laga kelas wahid perfilman Hong Kong. Jasa mereka sebagai penata laga pun harum di perfilman Hollywood. Tapi sekali lagi, Sammo Hung gagal menjadi dirigen yang baik menata dramatik film. Sementara adegan laga, hasilnya diangap seperti film laga kebanyakan film Mandarin.

Dikisahkan tentang seorang kakek yang memilih hidup menyendiri. Ding merasa bersalah setelah ia gagal menjaga cucunya. Sang cucu hilang. Padahal, Ding dulunya dikenal sebagai kepala pengawal keamanan pasukan Tentara Merah. Belasan penghargaan pun melekat di baju militernya. Selain, putus hubungan sengan sang putri, Ding memilih menyingkir juga karena demensia yang diderita. Ingatannya perlahan mulai menghilang.

Ding memilih tinggal di kota kecil dekat perbatasan Rusia, Korea dan China. Para tetangga melihatnya sebagai lelaki lemah dan tak berdaya menghadapi penyakit hilang ingatan. Bahkan untuk mengenali bos mafia yang melakukan pembunuhan di depannya pun, Ding tak mampu. Beruntung induk semang yang janda, Nyonya Pang, sering membantu dan mengirim makanan untuk Ding.

Cherry seorang gadis kecil tetangga sebelah Ding tengah menghadapi masalah dengan ayahnya yang penjudi. Li terobsesi mendapatkan duit banyak, tapi malah jatuh terlilit utang kawanan mafia China. Jalan satu-satunya, Li mencuri tas berisi permata milik mafia Rusia. Jadilah Li buron mafia China dan gangster Rusia. Kawanan gangster Rusia pun ingin menyingkirkan mafia China.

Di tengah keributan antar-geng, Deng terseret ke dalam pusaran masalah karena tak rela Cherry menjadi sasaran penculikan kelompok mafia. Selemah-lemahnya Deng, ia adalah mantan kepala biro pengawal negara. Ia turun tangan melawan kelompok kejahatan yang sudah merajai kota.

Keseruan adegan laga, aksi kriminal dan sisi manusiawi lelaki pikun dengan gadis kecil menjadi ‘jualan’ film berdurasi 99 menit ini. Meski banyak kritik terhadap film, The Boduguard tetap saja laris. Di minggu pertama saja, The Bodyguard sudah mengumpulkan 25,8 juta dolar US, atau kurang lebih Rp 330 miliar. Jumlah yang lumayan besar untuk hasil box office di minggu pertama.

(Sinemata/*)

Pemain:

Sammo Hung (Ding), Andy Lau (Li), Jacqueline Chan (Cherry), Zhu Yuchen, Li Qinqin, Feng Jiayi

Sutradara/ Skenario: Sammo Hung

TRIVIA

WONG Fei Hung (1847-1924) menjadi tokoh legenda yang paling banyak difilmnya. Sejak era aktor Kwan Tak Hing (1949) memerankan guru Wong hingga Jet Li (Badge of Fury -2013) atau era Peng Yuyan (Rise of the Legend) tak kurang dari 120 judul film telah dibuat perfilman Mandarin maupun China daratan