SINEREVIEW

Apr 12 2016 by arwuda

The Huntsman – The Winter’s War: Franchise Mengecewakan Meskipun Menghibur

EMPAT tahun lalu, Snow White and The Huntsman meraih box office dengan pemasukan hampir 400 juta USD. Atau lebih dari dua kali lipat bujet produksi. Roth Films dan Universal merasa perlu membuat sekuel atau franchise film. The Huntsman: The Winter’s War adalah jawabannya.

Tidak seperti sekuel awal yang menjual pesona Kristen Stewart, produksi kali ini sungguh mengecewakan sebagai film dongeng fantasi. Harus diakui Kristen Stewart saat memerankan Putri Salju (Snow White) luar biasa menawan. Selain pesona, Putri Salju juga jadi karakter petualang sejati. Pertemuannya dengan huntsman, menjadi chemistry yang menawan. Puncaknya adalah ketika keduanya mengalahkan Raveena si ratu ‘mirror-mirror on the wall’.  

Pesona Kristen Stewart pula yang merusak sekuel pertama film. Affair Kristen dan sang sutradara, Rupert Sanders, tidak bisa diterima penggemar. Itu sebabnya, Rupert tidak lagi menyutradarai franchise berikutnya, termasuk karakter Snow White menghilang dari The Winter’s War. Pesona ini pula yang tidak ditemukan di film yang penyutradaraannya dipercayakan kepada Cedric Nicholas-Troyan. 

The Winter’s War makin tak istimewa setelah menyaksikan hasil animasi komputer. Tak ada yang menarik secara visual dibanding produksi empat tahun lalu. Bahkan secara kolosal, Winter’s War kalah jauh dibanding produksi pertama. Terpenting lagi adalah cerita Winter’s War yang menghidupkan kembali tokoh Raveena untuk merebut cermin ajaib, seakan pembuat tak punya ide petualangan lain dari para huntsman.

Dikisahkan, setelah Raveena tewas, kerajaan dikuasai Putri Salju. Kekuasaannya bahkan meluas sampai seluruh daratan selatan. Freya, adik Raveena, memilih mengungsi dan melebarkan kekuasaannya di wilayah Utara yang beku dan dingin. Freya menculik anak-anak desa dan mendidik mereka sebagai pasukan. Mereka inilah yang disebut huntsman. Tersebutlah dua huntsman Freya yang istimewa adalah Eric dan Sara.

Satu aturan yang ditegaskan Freya bahwa sesama huntsman tidak boleh jatuh cinta. Sementara Eric dan Sara menikmati kebersamaan dan berjanji takkan terpisahkan. Keduanya pun berikrar menjadi suami istri. Freya murka, melalui sihirnya ia pisahkan Eric dan Sara. Eric membantu pasukan Snow White, sementara Sara ternyata tetap sebagai huntsman. Keduanya bertemu menjalani misi mencari cermin ajaib milik Raveena. Cermin ajaib inilah yang menghidupkan kembali Raveena.

Kembalinya Ratu Raveena ini yang disayangkan kritikus, termasuk penonton, meskipun penyihir jahat ini diperankan Charlize Theron.  Cerita The Winter’s War seakan tidak beranjak dibanding empat tahun lalu. Belum lagi, banyak adegan dan dialog tak perlu menjadikan kejengkelan tersendiri bagi penonton. Sangat berisiko mempercayakan franchise sukses kepada sutradara rookie tanpa pernah punya pengalaman menggarap film seperti The Huntsman

(Sinemata/*)

Pemain:

Chris Hemsworth (Eric), Charlize Theron (Raveena), Emily Blunt (Freya), Nick Frost, Sam Claflin, Rob Brydon, Jessica Chastain (Sara), Sheridan Smith, Alexandra Roach, Sope Dirisu

Sutradara: Cedric Nicolas-Troyan

TRIVIA

Festival Film Indonesia (FFI) 1986 mencatat sejarah kehebatan Teguh Karya saat menyutradarai film Ibunda. Film ini meraih 9 Piala Citra, penghargaan terbanyak yang pernah diraih film Indonesia