SINEREVIEW

May 02 2016 by arwuda

Perkenalkan Jagoan baru Marvel: Black Panther

CAPTAIN America: Civil War menjadi salah satu film superhero paling dinanti di 2016 ini. Di Indonesia film karya sutradara Anthony Russo dan Joe Russo tayang perdana seminggu sebelum Hollywood. Dan pre-sales tiketnya juga disambut antusias. Memang luar biasa penggemar jagoan Marvel di Indonesia.

Jika dalam film The Avengers: Age Of Ultron, Iron Man dan Captain America berada dalam satu tim. Di film ini, mereka selalu berkonflik dalam mengambil keputusan. Sehingga mereka terpecah menjadi dua kubu yang saling bermusuhan.

Di film Captain America: Civil War ini ada tokoh superhero Marvel yang belum pernah muncul, yaitu: Black Panther (Chadwick Boseman).  Seperti namanya, Black Panther menggunakan kostum hitam, ada garis yang menglilingi wajahnya. Persis seperti seekor macan kumbang.

Dalam komik Marvel, diceritakan asal-usul Black Panther. Black Panther merupakan gelar yang diturunkan dari garis keturunan bangsawan di Wakanda. Semua orang mafhum bahwa raja atau pangeran wajib mengenakan kostum untuk melindungi rakyatnya. Selain itu, kostum juga menanamkan rasa takut pada musuh-musuh dan simbol kesetiaan pada kerajaan.

Di Civil War, Black Panther mempunyai misi melacak Bucky Barnes (Sebastian Stan). Dan ia memihak tim Iron Man. Ia tidak akan membiarkan siapapun  menghalangi misinya sampai tuntas. Setelah perang saudara berakhir, Black Panther akan dibuatkan film solonya secara khusus di 2017 mendatang.

So akan menarik, aksi Black Panther yang juga memiliki busuh bebuyutan. Akan semakin menarik pula, menyaksikan jagoan-jagoan Marvel beraksi. Tentu dengan cerita, tekonologi hingga adegan yang menawan. Tanpa kebaruan, sulit jagoan baru menemukan penontonnya. Civil War menjadi sarana yang pas buat memperkenalkan jagoan baru dan spin off cerita superhero-nya. Marvel?

(Sinemata/ DN)

TRIVIA

Film Indonesia dengan sekuel terbanyak, juga franchise dan spin-off (sempalan cerita) adalah Catatan Si Boy. Film yang diangkat dari sandiwara radio, diproduksi pertama kali 1987. Skenario film ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy. Sekuel kedua hingga kelima, diproduksi tiap tahun hingga Catatan Si Boy 5 (1991). Tahun 1991, muncul spin-off yang ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy, Catatan Si Emon. Yang paling mutakhir adalah Catatan Harian Si Boy (2011) yang dianggap sebagai lanjutan kisah si Boy yang sudah berumur.