SINEREVIEW

May 24 2016 by arwuda

Bunga Citra Lestari: Feeling-nya Pas dan Sukses

BAGI Bunga Citra Lestari – biasa dipanggil BCL atau Unge – selain faktor sutradara dan lawan main, feeling merupakan faktor penting dalam menerima tawaran main film. “Dan feeling saya mengatakan film komedi ini akan jadi film unik dan sukses. Nyatanya ada benarnya,” jelas perampuan kelahiran 22 Maret ini. Film My Stupid Boss membuktikan bahwa keterlibatannya di film ini salah satunya karena faktor feeling tersebut.

Feeling bagi BCL tak ubahnya seperti dorongan hati yang secara non-teknis ikut menjadi pertimbangan memilih peran. Feeling jadinya seperti suara hati paling dalam. Bahwa ia akan merasa tertantang, bisa memainkan peran yang dipercayakan dan nyaman dengan situasi produksi. “Dan feeling saya mengatakan, nih film bakal unik,” jelas istri Ashraf Sinclair ini.

Mendengar feeling yang membawa hasil positif itu, ia rasakan dari kasus suaminya. Ashraf Sinclair  menolak peran sebagai suami sang Kerani (diperankan oleh BCL) di film My Stupid Boss. Peran sebagai suami BCL pun jatuh ke tangan Alex Abbad. Dan Ashar  harus menyesali keputusannya setelah menyaksikan hasil film My Stupid Boss. Karakter sebagai suami Kerani, sangatlah menarik dan unik. Andai saja feeling Ashraf membantu menerima karakter tersebut, tentu Ashraf hepi dengan keberhasilan peredaran film My Stupid Boss.

BCL bersyukur My Stupid Boss menjadi film block buster. Tercatata 771 ribu penonyton telah menyaksikan My Stupid Boss hanya dalam lima hari. Atau 150an ribu penonton per hari berbondong-bondong menyaksikan film ini. Jumlah penonton yang hanya bisa disaingi film AADC 2, per hari disaksikan 250an ribu penonton.

My Stupid Boss menjadi capaian tersendiri bagi peran yang dimainkan BCL. Penonton jatuh hati dengan sosok Kerani. Bahkan mantan Presiden RI BJ Habibie memuji akting BCL dan Reza Rahadian. Eyang Habibie terbahak sampai terbatuk menyaksikan ‘kegilaan’ Reza sebagai Bossman dan BCL berperan sebagai Kerani sang kepala administrasi. Gaya dandanan BCL dengan rambut gaya poni bob dengan mata dipicingkan, menjadikan karakter Kerani sungguh hidup. Belum lagi verbal dan dialog Kerani yang yang sangat menjiwai, menjadikan chemistry Bossman dan Kerani, seperti Habibie dan Ainun. Setuju?

(Sinemata/*)

TRIVIA

Lewat Djam Malam adalah film pertama yang berhasil memenangkan penghargaan Festival Film Indonesia pada 1955. Tidak hanya pada kategori FIlm Terbaik, tetapi juga penyutradaraan, skenario, pemeran utama pria dan wanita dan peran pembantu. Lewat film ini pula, sang sutradara, Usmar Ismail sempat dinominasikan sebagai sutradara terbaik dalam Festival Film Asia