SINEREVIEW

May 30 2016 by arwuda

Film Prenjak Menang di Cannes Film Festival: Pujian Juri Untuk Kesederhanaan Cerita dan Penggarapan

JUMAT (27/5), Wregas Bhanuteja gak pernah menyangka kalau Prenjak: In the Year of Monkey bakal menang di ajang film pendek Cannes Film Festival 2016.  Hari Jumat itu pula mereka langsung menuju acara temu media di kawasan Senayan, Jakarta. “Ini langsung ke lokasi (Senayan) setelah dari bandara. Makanya barang bawaan belum diapa-apakan. Dan gak sempat make-up atau bikin tampilan lebih ganteng,” gurau Wregas sang sutradara film.

The Leica Cine Discovery Prize merupakan penghargaan yang mereka terima dari panitia. Dan hadiah apresiasi sebesar 4000 dolar Amerika mereka dapatkan.

Kemenangan Prenjak menyisakan cerita menarik. Wregas mengisahkan ketika filmnya lolos seleksi dari ribuan film dokumenter dari seluruh dunia. Mereka diberitahu lolos seleksi dan berangkatlah Wregas bersama empat sohibnya yang ikut mendukung di film di antaranya adalah Yohanes Budyambara (pemain), Rosa Winenggar (pemain), kameramen dan editor film. Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan membantu keberangkatan mereka ke Cannes, Perancis.

Cerita menarik lainnya tentunya tentang keraguan tim Wregas bisa memenangkan penghargaan. Maklum, secara teknis Prenjak diproduksi dengan peralatan seadanya, kamera pinjaman.  Dan cahaya juga pinjaman ‘alam’, natural apa adanya. “Namun kesederhanaan itulah yang diungkapkan oleh juri sebagai salah satu kunci kemenangan. Gaya bertutur yang puitis. Dan masalah sosial yang hadir, semua itu yang menjadi perhatian juri festival,” jelas Wregas.

Dibanding film-film lain yang terpilih sebagai nomine, pembuat Prenjak merasa pesimis menang. Namun semua kesederhaaan yang ditampilkan dalam film secara keseluruhan menjadikan film pendek Prenjak yang terbaik di Cannes Film Festival. Penghargaan yang diterima film Prenjak, sekaligus menandai penghargaan tertinggi yang pernah diterima film pendek Indonesia. Kemenangan film Prenjak juga memberi harapan pembuat film Indonesia lebih optimis bersaing di pentas festival bergengsi.

(Sinemata/*)