SINEREVIEW

Oct 04 2016 by arwuda

Julie Estelle: Si Femme Fatale di Film Laga Internasional

MENGAKU tidak pernah menggunakan pemeran pengganti (stand-in) saat beradegan laga. Juga minim kemampuan bela diri, terus ketagihan main adegan laga super-keras. Itulah Julie Estelle, si Hammer Girl di film The Reid dan pemeran Rika di film terbarunya, Headshot.

Di kedua film menuntut Julie memainkan karakter yang jagoan beladiri. “Sebagai Hammer Girl, aku harus jago memainkan pali sebagai senjata. Padahal gak gampang memainkannya dan digunakan sebagai senjata pembunuh. Sejak berperan Hammer Girl juga, aku banyak latihan bela diri. Nah di film Headshot, beladiri yang dikuasai tokoh Rika ini tangan kosong. Jadilah aku banyak beradegan laga tanpa bantuan alat,” ungkap Julie di Media Conference film Headshot di gelaran Indonesia Comic Con (ICC) 2016, Minggu (2/10) lalu.

“Semua adegan laga itu seru banget kalau dijalani sendiri. Makanya aku tidak pernah pakai pemeran pengganti. Ada adrenalin yang ikut memicu dan itu semua bikin aku ketagihan menjalani adegan laga sendiri,” ungkap Julie. Meskipun sebenarnya, sutradara Headshot, Mo Brothers, menyediakan pemeran pengganti.

Sebenarnya bermain di film sangatlah berat. Belum lagi kalau terjadi kesalahan, kecelakaan sudah pasti menjadi risiko yang harus ditanggung. Tapi rasa penasaran berakting di film laga dan dorongan adrenalin, membuat Julie makin menikmati setiap adegan yang ditawarkan sutradara.  Belum lagi koreografi yang selalu ditawarkan Iko Uwais di tiap adegan perkelahian.

Menyoal perannya sebagai Rika, Julie tak ingin membeberkan detail peran yang dijalani. Ia hanya menjelaskan, bahwa Rika merupakan putri Mr Lee – diperankan Sunny Pang (bintang asal Singapura) – dan ia menjadi bagian dari sindikat atau mafia yang dipimpin sang bapak. Rika harus berhadapan dengan Ishmael – diperankan Iko Uwais.

“Detailnya tonton saja deh film Headshot yang akan rilis di akhir tahun 2016 ini,” jelas Julie yang dijuluki media Screen Anarchy sebagai ‘femme Fatale in international action cinema’.

(Sinemata/*)

 

TRIVIA

Film Indonesia berdurasi terpanjang, dicatat oleh film Pengkhianatan G30S PKI (1984) yang merupakan produksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN). Wikipedia mencatat, G30S berdurasi 271 menit (4 jam 31 menit). Berikutnya, film Janur Kuning (1979) berdurasi 180 menit (3 jam), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015) berdurasi 161 menit (2 jam 41 menit), Tjoet Nja Dhien (1986) durasi 150 menit (2 jam 30 menit), The Reid 2: Berandal, berdurasi 148 menit (2 jam 28 menit)