SINEREVIEW

Apr 25 2017 by arwuda

DIAN SASTROWARDOYO: Memang ‘Jodoh’ dengan Karakter Kartini

DIAN Sastrowardoyo dipercaya memerankan tokoh Raden Ajeng (RA) Kartini di film Kartini. Di film garapan Hanung Bramantyo ini, Dian merasa jodoh dengan sosok Kartini. Sudah lama ia punya kepedulian besar terhadap pemberdayaan wanita dalam kemajuan berbangsa. Dengan membintangi film Kartini, Dian merasa ikut ‘bersuara’ melalui aktingnya.

Awalnya Dian tak menyangka jika akhirnya ia benar-benar bisa  membela hak-hak wanita melalui peran Kartini yang dilakoninya. Dian bersyukur sekali diberi kesempatan memerankan Kartini dalam kariernya.

Dian sendiri lahir dari seorang ibu pekerja keras dan memberikan inspirasi dalam kehidupannya. Inspirasi itulah yang membuatnya juga kagum akan perjuangan Kartini dalam membela kaum wanita.

Aktris cantik berusia 35 tahun ini tak ingin menginterpretasikan sosok Kartini secara setengah-setengah. Baginya sangat memalukan jika ia tidak melakoni perannya secara matang. Karena Kartini seorang yang sangat high profile dalam dunia feminisme dan emansipasi. Belajar pengucapan bahasa Belanda secara benar dan meyakinkan ia lakoni. Dan lebih dari 50an kalimat berbahasa Belanda ia bisa ucapkan secara meyakinkan. Padahal tak mudah berdialog dengan menggunakan bahasa Belanda dengan akting yang meyakinkan. Hasilkan, silakan saja nilai akting Dian dengan bahasa Belanda di Kartini.

Tak Cuma bahasa, ia baca semua novel tentang Kartini, termasuk karya Pramoedya Ananta Toer yang jadi rujukan sutradara Hanung Bramantyo menyelesaikan filmnya, pun dituntaskan Dian. Catatan-catatan Kartini juga ia pelajari. Setidaknya, suasana batin Kartini, pada masanya, pada kehidupan Kartini dan pada dimensi ruang dan waktunya, bisa hadir kembali di era milenium.

Lagi-lagi Dian Satrowadoyo mengembalikan kepada penonton tentang berhasil tidaknya, ia menginterperestasi sosok Kartini.

Sudah seminggu film Kartini mewarnai gedung bioskop. Buat yang belum menikmati akting asyik Dian Sastrowardoyo, silakan tonton Kartini.   

TRIVIA

DI Thailand, sudah biasa sebelum dimulai pertunjukan konser, siaran radio dan televisi, juga film bioskop menyanyikan lagu kebangsaan Phleng Chat Thai. Hingga sekarang pun masih berlangsung. MVP Pictures mencoba melakukan ritual sama melalui Film Soekarno (2013). Sebelum film dimulai, tertulis teks yang meminta dengan hormat penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Banyak yang merespons positif, tapi tak sedikit yang menolak berdiri dan mau menyanyikan lagu kebangsaan.