SINEREVIEW

Apr 03 2018 by arwuda

Maxime Bouttier Mendapatkan Peran Kesukaannya di Film “Serendipity”

BELAKANGAN ini karir bintang muda berbakat Maxime Bouttier kian melonjak tajam di jagat perfilman tanah air. Kini kekasih dari aktris cantik Prilly Latunconsina tersebut kembali mendapat peran utama di film yang bertajuk Serendipity.

Pada film itu, Maxime berperan sebagai sosok Gibran, seorang siswa SMA yang berusaha membantu rekannya keluar dari tekanan atau bullying. Bagi Maxime perannya itu menjadi peran paling disukai selama dirinya berkarier di jagat perfilman tanah air.

“Karena karakternya eksentrik cool tapi agak ganas, ini karakter yang paling aku senang di karier aku,” ucap Maxime saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, (27/3)

Kendati demikian Maxime tak menampik jika dirinya memiliki kesulitan soal mendalami karakter Gibran. Guna mengatasi hal itu Maxime punya cara tersendiri dalam menghadapi itu.

“Untuk mengatasi itu, aku punya metode sendiri, aku bikin diary. Satu hari sebelum syuting ada scene pembuka film dengan monolog ‘Hei aku Gibran!’ Sempat 20 kali take untuk masuk ke karakter tersebut,” paparnya.

Selain itu persiapan Maxime dalam film tersebut juga cukup matang, bahkan seluruh pengalaman akting Maxime di film sebelumnya dituangkan ke dalam perannya sebagai Gibran.

Dalam hal ini karakter Gibran sendiri digambarkan sebagai seorang musisi, hal itu juga menjadi salah satu alasan Maxime menyebut Gibran sebagai peran yang paling menyenangkan.

“Buat aku sih main sebagai sosok Gibran asyik banget yah, di luar manggung. Karena biasanya si aku kalau main film itu harus manggung, tapi untuk main lagu kecil-kecilan aja kaya bawa gitarlele itu asyik sih, enggak jauh jauh dari aku,” pungkas Maxime.

Hal itu sendiri tak terlepas dari kesukaan Maxime dengan musik, jadi dalam hal ini Maxime merasa sangat senang dapat bermain dalam film yang tak jauh dari karakter aslinya. 

(merahputih.com/Ryn)

TRIVIA

Loetoeng Kasaroeng adalah film pertama yang diproduksi di Indonesia. Film bisu ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company. Disutradarai oleh G. Kruger dan L. Heuveldorp. Pemutaran perdananya di kota Bandung pada 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927 di dua bioskop terkenal Bioskop Metropole dan Bioskop Majestic. Film Lutung Kasarung ini tercatat pernah diremake 2 kali yaitu tahun 1952 dan 1983.